Oleh : Janur M. Bagus

Manusia dalam ruang lingkup kehidupan, baik secara individu, maupun kolektif sebagai makhluk sosial,  secara umum memiliki keinginan dan harus menutupi kebutuhan dari tuntutan hidupnya, dimana satu sama lain berkait erat untuk dapat memenuhi tuntutan tersebut.

Keinginan untuk merdeka dalam segala bidang tentu saja bukan santapan baru dan bukan pula cita-cita kemarin sore, bahkan sejak Republik ini lahir dan jauh sebelum nenek moyang kita ada mungkin makhluk-makhluk hidup yang terlahir dan ada sebelum semuanya juga sama memiliki hasrat untuk memenuhi segala tuntutan kehidupannya.

Hanya saja kadar keinginan yang dibutuhkan pada masing-masing era itu akan berbeda rilnya meski hakekatnya akan tetap sama, misalnya ketika kita ingin hidup layak, tentu saja layak yang dimaksud sesuai dengan ukuran dan jaman yang dialaminya, akan tetapi tuntutan untuk terpenuhinya kelayakan tersebut sama menjadi hal penting dan prestasi bagi yang bersangkutan ketika dapat memenuhinya.

Dalam tatanan membangun atau mengelola pemerintahan misalnya, ada sejumlah keinginan yang harus diimplemtasikan sebagai bagian dari obsesi kolektif masyarakat yang memberikan mandat pada yang ditunjuknya mengelola pemerintahan itu.

Sebut saja, Presiden, Gubernur, Bupati atau Wali kota pada ruang lingkup yang berbeda, namun skala tuntutan pemenuhan kebutuhan yang diharapkan warganya tidak akan jauh berbeda bahkan satu sama lain akan memiliki keterkaitan yang erat.

Jika Presiden dituntut untuk mampu melahirkan kebijakan pro Rakyat, maka Gubernur, Bupati dan Wali kota juga sama harus mampu melaksanakan kebijakan-kebijakan yang pro Rakyat tersebut.

Lantas apakah Keinginan kebanyakan rakyat yang berujung pada Kebutuhan itu selalu dapat terpenuhi? jawabannya Kadang Ya, kadang juga Tidak, bahkan seringkali memicu persoalan karena tidak terpenuhinya kebutuhan sebagian besar masyarakat padahal mendesak untuk dipenuhi, terlebih telah menjadi bagian janji yang menjadi daya tarik Bangsa memilihnya.

Boleh Jadi Keinginan untuk mensejahterakan seluruh warga Bangsa ini memang telah menjadi bagian mendasar dari asetiap periode kepemimpinan dalam bangsa kita ini, Namun kenyataanya memang hanya sebatas keinginan, sebab Kebutuhan sesungguhnya dari keinginan itu selalu belum dapat terpenuhi.

Sederhananya, sederhankannlah keinginan warga bangsa ini sehingga kebutuhannya terpenuhi, sebab kebutuhan bersipat mendesar dan harus segera dipenuhi karena jika tidak segera dipenuhi maka persoalan bukan hanya pada ingkar janji melainkan berpotensi memicu persoalan yang lebih rumit lagi.

Maka jika ada janji dan ada rencana untuk memenuhi segala kewajiban sebagai Pemimpin Bangsa terpilih, yang pertama harus dilaksanakan adalah memutar ulang apa yang telah dijanjikan, apa yang telah diucapkan sebab itu yang akan dikejar.

Masyarakat memiliki banyak keinginan dan harapan dari terpilihnya seorang Kepala negara yang baru, tapi lebih berharap lagi Pemimpin baru mampu menutupi segala Kebutuhan warganya, baik yang ada dalam janji maupun yang tidak dijanjikan, tetapi sejauh kehadirannya subsatansial maka tidak bisa tawar menawar, harus segera direalisasikan.

Kebutuhan mendasar warga Bangsa ini adalah hidup layak berkecukupan dan memenuhi rasa keadilan, namun nampaknya satandar hidup layak dalam satu peride kepemimpinan selalu saja berubah-ubah, sehingga jarang sekali terpenuhi secara utuh.

oleh karenanya jangan pernah menyalahkan masyarakat jika  kepercayaan pada pemimpinnya cenderung terus memudar dan jangan salahkan juga jika suatu waktu warga bangsa menjadi apatis pada ujung periode kepemimpinan keran selama periode itu sama sekali tidak memberikan perubahan pada pemenuhan keinginan dan kebutuhan Bangsanya.

Selamat Datang, Selamat bersiap bekerja Pemimpin Baru di Era Baru Indonesia, Satu Langkah keinginan anda tercapai sebagai Presiden terpilih, maka langkah berikutnya dalah Memenuhi Kebutuhan Bangsamu sesuai harapan dan keinginan sesuai janji-janji yang dijanjikan.***

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang