095122_793163_batu_akik_SBY-300x150 GAPURANA GEMSTONE  Nih...Batu Akik Presiden SBY Harga Pasarannya 3 Miliar

Foto Istimewa

Batu Akik Presiden SBY Harga Pasarannya 3 Miliar

Seiring pamor yang terus naik, batu akik tak lagi dijual di emperan. Namun batu alam tersebut sudah merambah ke pusat perbelanjaan. Di Bekasi Junction, misalnya, terdapat sekitar 10 toko yang menjual batu akik.

Para pedagang makin bersemangat setelah banyak kalangan menyukai batu akik. Tak hanya orangtua, tetapi kalangan muda pun menyukainya.

Seorang pedagang, Teguh pada Radar Bekasi, kemarin. ’’Memang batu akik mulai digemari banyak anak muda dan menjadi gaya hidup belakangan ini. Dulu sempat ada imej penggunaan batu akik adalah dukun dan aki-aki (orangtua),” kata Teguh, seperti dilansir Radar Bekasi (Grup JPNN.com), Kamis (9/10).

Teguh menyebutkan, batu akik banyak sekali jenisnya seperti zamrud air, opal kalimaya, tapak jalak, bacan, rubi star, bacan palmea, safire Australia, fosil ular, bacan cincau, dan bacan doko.

“Dari macam-macam batu tersebut mempunyai keunggulan masing-masing,” tambahnya.

Di antara jenis batu akik tersebut, jenis bacan doko merupakan yang termahal. Kata dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenakan jenis bacan doko. Maka tak heran, jenis tersebut ada yang harganya hingga mencapai 3 miliar rupiah.

“Nilai jual cukup tinggi. Seperti batu akik bacan doko yang digunakan oleh Presiden SBY, merupakan batu dengan harga tertinggi saat ini. Saat diadakan kontes batu akik, bacan doko mendapatkan nilai jual sampai Rp 3 miliar,” ujarnya.

Di tempat sama, Dedi (30) mengaku, makin percaya diri setelah menggunakan batu akik.

“Bagi lelaki menggunakan batu ini cukup pas. Baik digunakan pada acara formal maupun nonformal. Tinggal bagaimana kita memilih ikatan batunya. Yang saya rasakan, apabila menggunakan batu bisa lebih terlihat berwibawa, sehingga tidak heran saat ini sedang jadi tren bagi anak muda,” pungkasnya.(and)

Sumber : jpnn.com

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang