Bajunya yang lusuh namun bersih terpakai rapih dengan Kopiah yang hitam namun sedikit kumel tapi Nampak bersih pula , badannya tegap walau Nampak kerempeng di Usianya yang Waktu itu menginjak Usia Tersenja , sekitaran 73 Tahun seorang kakek itu berjalan di tepian Kolam tempat Wudhu sebuah Mesjid di Tengah sebuah Kampung.

Setelah melakukan Shalat Dzuhur di Siang itu Nampak dia Khusuk bermunajat , memuji kebesaran Tuhannya , wajahnya menengadah ke Atas langit-langit Mesjid itu , ada guratan kenangan di atas menara Mesjid tersebut 53 Tahun lalu ketika Tentara Belanda mencecar Kampung itu dengan tembakan Mortirnya ,

“Tentara Belanda sempat menduduki kampung kita ketika itu , namun berkat kesigapan semua warga akhirnya Belanda meninggalkan kampung kita ini , dan basis perjuangan itu di mulai dari Mesjid ini waktu itu Aki  berusia sekitar 20 Tahunan , dan untuk Para Pemuda kampung seusia Aki  ketika itu di wajibkan untuk ikut bergerak angkat senjata,  apapun nama senjatanya  yang di punyai oleh kita semua , dari yang hanya menggunakan bambu Runcing sampai ke Pemuda yang telah terlatih menggunakan senjata tembak yang lainnya!” Ucapan itu terngiang kembali olehku dari mulutnya seorang Warga Cimande/Sukalillah Desa Janggala Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis Jawa Barat yang di kenal dengan naman Ki  Abun (Almarhum) dan meninggal di Sebuah Daerah di Bilangan Kota Tanggerang (Provinsi Banten)  , kini Ki  Abun itu telah meninggal dunia namun cerita itu ku ingat-ingat kembali di Hari Pahlawan ini Senin (10-November-2014).

Akupun teringat kembali akan sikapnya yang kukuh-pengkuh terhadap perjuangannya yang dia lakukan , ketika Pemerintah  Negara Indonesia merencanakan akan mengucurkan Dana Insentif bagi Mantan Pejuang di Era 1945-an sampai kepada masa perjuangan mengembalikan Kedaulatan NKRI di sekitar tahun 1945  yang bernama Gaji  untuk para Veteran Perang  Perjuangan di tahun-tahun ketika gejolak perang  perjuangan itu berlangsung .

Aku teringat bagaimana dia (Aki  Abun) menolak mentah-mentah untuk mengajukan Dana Insentif yang di berikan oleh Pemerintah dengan prasayarat yang di atur dalam Format pencairan semacam gaji dari Pemerintah RI untuk para Veteran Perang Kemerdekaan  zaman dulu.

Dia datangi Orang-orang terdekatnya yang tersiar dan dia (Ki Abun)  Dengar bahwa teman-temannya berjuang dulu ketika ikut mengangkat senjata yang Ikut Ke Kota Bandung dengan Nama Pasukan Hizbulloh telah mendapatkan “Sebentuk Gaji  ” yang telah teman-temannya  terima setiap bulan.

Dia geram dan lantas menantang Dialog dengan beberapa Teman-teman seperjuangannya zaman Dulu  itu

Aku teringat kata-kata Ki Abun kepada Seorang Temannya ;

“ Di Mana batas Ganjaran dari Tuhan Kita (Alloh SWT) atas usaha Kita? , lalu sifat inti dari Niatan kita berjuang itu apalah Artinya ? aku menentang hal ini (Meminta Di Gaji Oleh Pemerintah) atas tindakan perjuangan kita yang kita namakan perjuangan Suci Karena Alloh Tuhan semesta alam, aku datang pada kalian teman-teman seperjuanganku dulu ini hanya mengingatkan saja , setelah kita meninggal nanti bahwa Tuhan Kitalah yang akan Membayarkan itu semua di Akhir nanti atau pilihan kalian yang telah menggadaikan sebuah Kata Perjuangan ? Coba camkanlah kata-kataku,,!”.

Cerita ini ku buat atas ingatanku mengingat-ingat kembali atas kejadian tersebut pada sekitar 20 tahun yang lalu ketika itu Ki Abun akan Berangkat kembali Ke Kota Tanggerang tempat dia kini di Kuburkan di sekitaran Daerah Provinsi Banten , karena perjalanan hidup dia “Menghidupi” Anak-anak dan Cucunya punya cerita yang amat Heroik menurutku , dia terpaksa Urban demi sebuah perjuangan Hidup dan mengusahakan hidupnya jadi seorang tukang Kayu bangunan yang handal .

Tiga Bulan setelah dia mendatangi Teman-teman seperjuangannya itu terkabarkan sudah  Dia Meninggal Dunia dengan menyisakan sepenggal kisah “Sejatinya Kisah Perjuangan Suci” yang dia lakukan.

Aku beranjak dari tempat duduku , ku maknai kata-kata Dia (Ki Abun) “Hebatnya dikau Wahai Pahlawan Sejati” yang tak ingin Terbayar di Dunia dengan sebentuk materi yang di berikan dari pihak manapun .

Hebatnya kau Pahlawan Sejatinya Pahlawan ,,,,! Akupun bergumam dalam hatiku di  sebuah pencarian ,,,Mungkin TuhanMu di Sana telah mempersiapkan Reword sejatinya Reword yang telah di janjikanNya……

*Singaparna ,Kabupaten Tasikmalaya,Kompasiana

#Selamat Hari Pahlawan Untuk Para  Pahlawan Sejatinya Pahlawan Damailah Di Sana Temuilah Tuhanmu Yang Tersenyum kepadamu atas segala  perjuangan  yang kau lakukan untuk Indonesiaku,,,

Asep Rizal.        

ILUSTRASI1-300x239 GAPURANA  Pahlawan Sejati Itu Tak Berbayar Materi [Cerita Di Balik Hari Pahlawan]

ilustrasi pahlawan sejati Indonesia

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang