gambar ilustrasi

gambar ilustrasi

Gapura Garut ,- Seorang pemuda ditemukan babak belur bersimbah darah di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota pada Jumat (2/9/2016) dini hari sekitar pukul 01,30 WIB. Pemuda nahas tanpa identitas tersebut diduga menjadi korban pengeroyokan gerombolan bermotor yang juga belum diketahui identitasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilokas kejadian,  aksi penganiayaan yang menimpa korban terjadi tepat didepan gedung Bale Paminton Inten Dewata yang berada di sekitar Jalan Ahmad Yani Garut, Kecamatan Garut kota.

Kapolsek Garut Kota, Kompol A Kustia membenarkan adanya aksi penganiayaan yang terjadi di wilayah hukun Polsek Garut Kota tersebut. Ia mengaku mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar pukul 02.00 dini hari dan langsung menurunkan anggota ke lokasi dimana ditemukan seorang pemuda yang berlumuran darah.

“Saat itu anggota kami langsung membawa korban ke RSUD dr Slamet Garut untuk diberikan tindakan medis. Saat ditemukan korban masih bernyawa meski dalam kondisi berlumuran darah,”Ucapnya.

Menurutnya, saat korban dibawa ke RSUD dr Slamet Garut, pihaknya tidak menemukan identitas korban baik kartu tanda penduduk atau yang lainnya sehingga belum bisa mengidentifikasi saat itu.

“kami belum bisa memastikan identitas baik dari korban maupun pelaku penganiayaan karena belum ada saksi mata yang bersedia dimintai keterangan terkait aksi itu,”Tandasnya.

Belakangan mulai terungkap jika identitas korban adalah warga kecamatan Tarogong Kaler, setelah seorang warga yang mengaku kakak korban mencari keberadaan adiknya  yang tiba-tiba menghilang.

Sang kakak memastikan jika korban penganiayaan yang dirawat  RSUD dr Slamet Garut adalah adiknya bernama Asep Saepudin alias Ende (25) warga kampung Babakan Bedog, 002/003, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler.

Korban sendiri sehari-hari berprofesi sebagai mekanik di salah satu bengkel motor dan saat kejadian korban pergi menggunakan motor jenis matic dengan nomor polisi Z 2492 FE. Sebelum terjadi aksi penganiayaan, korban dikabarkan sempat mendatangi temannya yang tengah nongkrong dan main gaple di salah satu tempat.

Keterangan dari salah satu temannya, korban dikenal jarang selalu melakukan aktifitas di kawasan perkotaan Garut dan memilih diam di kampungnya. Aktifitas pergaulannya pun korban lebih cenderung gaul dengan pemuda seumurannya di perkampungannya. Ia juga mengaku heran jika tiba-tiba korban menjadi korban penganiayaan tersebut.***Margogo

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com