Gapura Garut – Dibanding partai lain yang tengah gencar menjaring bakal calon (balon) jagoannya untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Garut, Jawa Barat 2018.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) justru terlihat lamban bahkan melempen menjaring balon pilihannya. Hingga kini partai besutan mediang KH Abdurahman Wahid atau Gusdur itu, terlihat jalan di tempat

“Saya belum pernah satu kalipun diajak bicara terkait pilkada, padahal waktu 10 bulan menjelang hari-H itu bukan waktu yang lama,” ujar Cucu Rusman, Ketua PAC PKB Garut Kota, Minggu (13/08/2017).

Menurutnya, konsolidasi Pengurus Cabang PKB Kabupaten Garut menghadapi hajatan akbar lima tahunan demokrasi warga Garut dirasa lambat, “Bukan hanya saya, ada beberapa PAC yang juga berpikiran seperti itu (tidak ada konsolidasi),” kata Cucu.

Meskipun waktu pelaksaan pilkada hanya menyisakan waktu kurang dari satu tahun, namun hingga kini partai kebanggan Nahdiyin itu belum melaksanakan Musyawarah Kebangkitan (Muskit) dalam menentukan arah sikap kebijakan partai terkait Pilkada. 

“Aneh saja, padahal PKB punya modal besar dengan lima kursi. Tapi sampai hari ini belum melakukan musyawarah,” ujarnya.

Dengan belum adanya konsolidasi internal, Ia khawatir kondisi itu dapat menimbulkan friksi perpecahan yang dapat merugikan partai. “Ketika partai lain mulai menghangatkan mesin. PKB justru belum apa-apa. Ini bisa kontraproduktif,” ujar dia ketus.

Kondisi serupa dikeluhkan pengurus PAC PKB Kecamatan Limbangan, akibat kondisi internal partai yang terkesan dingin, ia menyatakan ada beberapa pengurus PAC yang mulai curi star melakukan konsolidasi menghadapi Pilkada.

“Ya, ada beberapa DPAC yang mulai bivara, meskipun obrolan informal. Tapi Insya Allah kami akan menindaklanjuti dengan juga melibatkan tokoh dan Ulama Partai,” ujar ketua PAC PKB Limbangan Wahyudin.

Cucu menambahkan, selain modal 5 kursi di DPRD Garut saat ini, PKB memiliki basis dukungan kuat dalam menghadapi pilkada Garut tahun depan, sehingga tidak mengherankan target Garut Satu bisa dicapai.

“Harus Bupati, masa pilkada lalu modal 3 kursi jadi Cawabup. Sekarang Cawabup Juga, Ya harus Bupati. Itu harga mati,” kata dia.
Ketika ditanya siapa kandidat yang pantas diusung PKB dalam Pilkada Garut tahun depan? Ia langsung menyorongkan dua nama pejabat teras PKB saat ini yakni Imas Aan Ubudiyyah dan Ketua DPC PKB Garut, Dadan Hidayatullah.
“Bu Imas itu pengurus DPP PKB, Juga salah satu komisaris di BUMN besar. Layak lah jadi Bupati. Apalagi beliau tulen Garut,” lanjut Cucu.

Untuk menghadapi pilkada yang tinggal hitungan bulan, Cucu berharap pengurus cabang swgera melaksanakan musyawarah. “Kalau tidak juga ya harus dilaporkan supaya DPP dan DPW mengambil keputusan,” ujar dia.***JSN

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang