Gapura Garut,- Sekitar 19 Drum Aspal yang merupakan pengadaan program PNPM Mandiri diduga  hilang akibat dijual oleh pihak-pihak yang tidak beranggung jawab di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Pakenjeng, Garut, Jawa Barat.

Nilai 19 drum aspal tersebut mencapai Rp28,5 juta, jika  dikonversikan dengan harga aspal senilai Rp1,5 juta per satu drumnya.

Menurut Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Kecamatan Pakenjeng, Dadan Rojani, mengaku tidak mengetahui jika sebagian aspal untuk pengerjaan jalan di Desa Tanjung Jaya telah dijual. Menurutnya, kewenangan teknis terkait pelaksanaan dan penggunaan bahan sepenuhnya menjadi tanggung jawa Tim Pelaksana Kegiatan di Desa Tanjung Mulya.

“Kami, dalam hal ini UPK PNPM Mandiri Kecamatan Pakenjeng, hanya bertugas membayar seluruh biaya dalam proyek di setiap desa. Teknis detail berikut tanggung jawab pelaksanaan, ada sepenuhnya di TPK tiap desa,” kata Dadan, Senin (20/10/2014).

Dadan menambahkan sejauh ini pihak UPK selama ini hanya melaksanakan tugas sesuai dengan RAB di suatu proyek yang sudah direncanakan sebelumnya.

“Kami hanya mengelola dan menyiapkan berapa bahan-bahan yang digunakan berikut biayanya. Salah satunya berapa aspal yang digunakan dan berapa harganya. Jika dalam RAB di Desa Tanjung Jaya itu diperlukan 69 drum aspal, maka kami akan bayar ke perusahaan penyedia aspal, yaitu CV Diar. Kalau teknisnya sebagian kecil dari aspal itu dijual, ya yang lebih mengetahui TPK,” Imbuhnya.

Dikatakannya untuk membiayai pembelian aspal sebanyak 69 drum pada program PNPM di Desa Tanjung Jaya, pihak UPK telah membayar dana sebanyak Rp103,5 juta. Tidak hanya Desa Tanjung Jaya saja, Dadan menyebut beberapa desa lain di Kecamatan Pakenjeng pun ikut mendapat bantuan yang sama.

“Dari total keseluruhan desa di Kecamatan Pakenjeng sebanyak 13 desa, hanya enam desa saja yang menerima bantuan pengerjaan jalan PNPM ini. Untuk semua proyek PNPM di Kecamatan Pakenjeng, pemerintah pusat sudah menggelontorkan dana sebesar Rp2,6 miliar,” sebutnya.

Sementara total biaya proyek PNPM yang diberikan untuk Desa Tanjung Jaya, tambah Dadan, adalah sebesar Rp221 juta. Dana sekitar Rp103,5 juta diantaranya, dialokasikan untuk pembelian bahan aspal.

“Aspal harganya Rp1,5 juta per satu drum. Karena dalam RAB diperlukan 69 drum aspal, maka dana yang dialokasikan untuk aspal di desa itu mencapai Rp103,5 juta. Selebihnya untuk bahan lain,” katanya.***TG

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang