Gapura Garut ,- Aksi pengrusakan akibat kekalahan dalam Pilkades serempak di Garut, Jawa Barat, terjadi dini hari tadi. Sejumlah orang merusak bangunan di Desa Sukahaji, Kecamatan Sukawening, sekira pukul 03.00 WIB.

“Informasi yang saya terima, pertikaian itu terjadi pada pukul 03.00 WIB. Menurut laporan, sejumlah orang dari pihak calon yang kalah melempari bangunan entah kantor sekretariat atau rumah dengan batu,” kata Komandan Kodim (Dandim) 0611 Garut, Letkol Infanteri Bungkus Hadi Suseno, Jumat (22/5/2015).

Kuat dugaan, orang-orang itu merasa tidak puas setelah calon yang dijagokannya kalah dalam bursa pemilihan kepala desa. Sebelumnya proses penghitungan suara di Desa Sukahaji ini berlangsung pada Kamis 21 Mei 2015 malam.

“Penghitungan suaranya beres Kamis malam hari. Setelah selesai sekira pukul 01.00 WIB, petugas keamanan yang bertugas dalam pengamanan pulang. Beberapa jam setelah semua pulang, peristiwa itu terjadi,” ujarnya.

Dandim menyatakan pihaknya belum bisa merinci kerugian materi dan jumlah korban pasca peristiwa itu. Menurutnya, kejadian itu kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian.

“Cuma barusan saya terima laporan dari Danramil Sukawening, bahwa pihak-pihak yang bertikai, antara pendukung calon yang kalah dan menang sudah diundang oleh Muspika Sukawening. Mereka diberi pemahaman dan pengertian di Kantor Kecamatan Sukawening. Kegiatannya masih berlangsung sampai sekarang,” ungkapnya.

Hadi menambahkan, pengamanan dari aparat TNI akan terus dilakukan hingga Sabtu 23 Mei 2015. TNI telah menurunkan sedikitnya dua personel ke 214 desa penyelenggara Pilkades di seluruh wilayah Garut.

“Tiap desa kami tempatkan dua personel. Total kami menurunkan prajurit sebanyak 428 orang. Besok pagi (personel TNI) baru akan ditarik. Secara umum pelaksanaan Pilkades di Garut aman dan tertib. Hanya di Desa Sukahaji itu saja yang ada laporan demikian,” paparnya.

Sementara itu, seorang warga Desa Sukahaji Useu (35), menuturkan, kejadian itu mengakibatkan tiga rumah warga rusak setelah dilempari batu. Sepengetahuan dirinya, warga menyebut rumah yang rusak ini merupakan milik tim sukses salah satu calon kepala desa.

“Massa yang melakukan penyerangan itu kecewa karena jagoannya kalah tipis. Karena kesal, mereka menyasar rumah yang menjadi tim sukses calon lawan. Kalau untuk korban jiwa katanya ada, tapi saya tidak tahu siapa dan berapa orang,” tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun, hasil rekapitulasi di desa itu memenangkan Asep Sukwanda Jaya, calon kepala desa nomor urut 1. Sementara calon kepala desa nomor urut 2, Komarudin, dinyatakan kalah dengan selisih 12 suara.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang