korban-sodomi-300x225 HUKUM & KRIMINAL  Belasan Bocah SD di Garut Menjadi Korban Sodomi

Bocah-bocah korban sodomi saat mengadu di Polres Garut, foto wild

Gapura Garut ,- Sudah lebih dari 15 orang Anak sekolah dasar (SD) yang mengaku menjadi korban sodomi siswa SMP di Garut. Belakangan  dua orang anak kembali mengadukan perbuatan tersangka terhadap mereka. Kini jumlah siswa SD korban sodomi remaja berinisial F (15) menjadi 18 orang.

“Semula yang datang untuk meminta periksa visum itu 15 anak, kemudian pada Senin (29/2/2016) sore kemarin datang lagi dua anak menyusul. Mereka minta diperiksa visum juga di rumah sakit,” kata Humas RSUD dr Slamet Garut M Lingga Saputra, Selasa (1/3/2016).

Belasan anak-anak ini, kata Lingga, berdomisili di daerah yang sama, yakni Kampung Cicayur Tonggoh, Desa Cintanagara, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut. Saat divisum, mereka diperiksa di bagian anus oleh dokter anak dan dokter forensik.

“Dari keterangan dokter forensik, rata-rata keluhannya sama yaitu sakit di bagian anus atau pantatnya. Diduga mereka korban pencabulan,” ujarnya.

Menurut Lingga, hasil visum ke-17 anak ini baru akan diperoleh sekitar satu minggu. “Sebab harus menunggu hasil lab dahulu,” ucapnya.

Sebelumnya, pada Senin siang sebanyak 15 anak-anak SD ini bersama orang tua mereka melaporkan kasus dugaan pencabulan remaja berinisial F itu ke pihak kepolisian.

Use Sudrajat (40), warga Kampung Cicayur Tonggoh, mengaku kaget ketika mengetahui anaknya berinisial H (7) menjadi salah satu korban sodomi F.

“Kami ke polres untuk melaporkan bahwa anak saya dan tetangga menjadi korban sodomi,” kata Use.

Berdasarkan keterangan para korban, ungkap Use, mereka telah disodomi mulai dari 3 kali hingga 7 kali. Para korban merupakan murid sekolah dasar kelas 1 hingga kelas 6 SD.

Dia menceritakan, kejadian tersebut terungkap setelah ada salah satu korban yang sedang menonton televisi menyebutkan kata-kata sodomi. Orangtua anak itu kemudian menjelaskan arti kata sodomi.

“Anak menyebutkan dia telah diperlakukan sodomi oleh anak remaja berinisial F,” katanya.

Dari pengakuan itulah kemudian terungkap jika anaknya dan belasan anak lainnya mengalami hal yang sama.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang