Gapura Garut ,-  Seorang warga Kampung Cigedug Kaler, Desa Sukahurip, Kecamatan Cigedug, Ahmad Wijaya, 18, diduga tewas tak wajar saat menjadi tahanan di Mapolsek Bayongbong. Hal itu terungkap setelah orangtua almarhum Ahmad, Tatang, 56, mendatangi Mapolres Garut guna melaporkan dugaan kekerasan terhadap putera ketiganya tersebut.

Didampingi kuasa hukumnya, pihak keluarga almarhum menuding banyak kejanggalan dalam kematian korban.

“Sekarang sudah hari kedelapan meninggalnya. Informasi meninggalnya anak saya juga diketahui setelah dibawa ke RSUD dr Slamet Garut,” kata Tatang di Mapolres Garut kemarin.

Ia mengatakan, puteranya tersebut dituduh seseorang bernama Haji Yoyo, melakukan pencurian CDI motor. Yoyo sendiri setidaknya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga mereka.

“Kejadian itu bermula pada 4 April 2016 lalu, ketika Haji Yoyo datang ke rumah kami untuk membawa Ahmad pergi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu saya tidak curiga dan mempersilakan dia pergi membawa Ahmad,” tutur Tatang.

Namun ternyata, tambah Tatang, saat itu Yoyo bukan membawa Ahmad ke rumahnya, melainkan malah di bawa ke rumah salah seorang warga bernama Ema yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumah Tatang. Hal ini diketahui setelah pemilik rumah, Ema, datang kepada Sopian, 40, yang tidak lain merupakan adik Tatang atau paman korban.

“Saat itu Ema memberitahu kalau Ahmad sedang disiksa oleh Yoyo di rumahnya. Bahkan Ema meminta agar Sopian datang ke rumahnya,” ujarnya.

Beserta Ketua RT setempat, lanjut Tatang, saat itupun Sopian datang ke rumah Ema. Benar saja, saat itu Sopian melihat ada Ahmad dan Haji Yoyo di rumah tersebut.

“Menurut penuturan adik saya Sopian, saat itu dia melihat ada tetesan darah tak jauh dari tubuh Ahmad. Tapi wajah Ahmad sudah terlihat bersih.
Sekitar pukul 23.00 WIB, Ahmad diantarkan kembali ke rumah oleh Haji Yoyo. Saat itu tidak ada obrolan apapun antara Haji Yoyo dengan kami karena dia buru-buru pergi,” ucapnya.

Tatang dan keluarganya heran saat melihat anaknya lemah. Namun Ahmad enggan berterus terang kepada keluarga meski telah beberapa kali didesak.

“Keesokan harinya, Haji Yoyo ini datang lagi ke rumah dan akan membawa Ahmad ke Polsek Bayongbong. Kondisi anak saya ini sudah muntah darah sebelumnya, tapi kami tidak bisa melarang dia membawa anak saya,” ujarnya.

Sejak saat itulah, Ahmad tak pulang lagi ke rumah karena ditahan di Polsek Bayongbong karena dituduh mencuri CDI motor milik Haji Yoyo. “Dua hari kemudian kami mendapat kabar kalau anak saya telah meninggal dunia. Ini tentu sangat membuat kami terkejut dan terpukul,” ucapnya.

Kuasa hukum keluarga Ahmad, Risman Nuryadi, mengatakan jika laporan atas meninggalnya Ahmad agar pihak Polres Garut bisa mengusut kasus kematian Ahmad. Risman sendiri mengakui pihak keluarga sempat menolak saat akan dilakukan autopsi terhadap jasad Ahmad.

“Soalnya keluarga belum tahu ada kejanggalan. Tapi dari keterangan beberapa orang ternyata Ahmad sempat mengalami penganiayaan oleh orang yang menuduhnya mengambil CDI motor,” katanya.

Sejumlah orang yang turut memandikan jenazah Ahmad, tambah Risman, mengaku melihat lebam pada beberapa bagian tubuhnya. Lebam ini terutama terletak di sekitar perut dan dada.

“Pihak keluarga juga tidak tahu Ahmad meninggal di tahanan Polsek Bayongbong atau di RSUD dr Slamet. Mereka menduga Ahmad meninggal karena dianiaya dan meminum cairan obat rumput,” ungkapnya.

Dugaan tersebut muncul setelah kakak korban, Asep, 28, yang mendengar pengakuan korban saat dijenguk di Polsek Bayongbong, Jumat 8 April 2016. “Saat menjenguk saya membawa makanan untuk Ahmad tapi dia tak mau memakannya karena sakit pada tenggorokan dan dadanya. Ketika saya tanya kenapa tenggorokan dan dadanya sakit, Ahmad mengatakan dipaksa meminum obat garing, yaitu obat untuk membasmi rumput yang biasa digunakan petani,” ujar Asep.

Jajaran Polres Garut pun segera menindaklanjuti laporan Tatang dan keluarganya terkait kematian Ahmad. Menanggapi hal itu, Kapolsek Bayongbong AKP Bambang, membenarkan ada tahanan yang meninggal bernama Ahmad Wijaya.

“Tahanan bernama Ahmad meninggal di Puskesmas Bayongbong karena sakit dan jenazahnya sempat dibawa ke Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut,” kata Bambang.

Terkait adanya ketidakwajaran dalam kasus meninggalnya Ahmad, Bambang dengan tegas membantahnya. Dia menjelaskan sama sekali tidak mengetahui adanya penganiayaan yang menimpa Ahmad.

“Saat dibawa ke kantor polsek, kondisi Ahmad baik

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com

Penginapan di Garut Pesan Sekarang