korban-sodomi-300x225 HUKUM & KRIMINAL  Belasan Anak Korban Sodomi di Garut Kini Mentalnya Kembali Pulih

Bocah-bocah korban sodomi saat mengadu di Polres Garut, foto ilustrasi

Gapura Garut ,- Berkat hasil pendampingan intensif dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut,  mental belasan bocah SD korban sodomi remaja SMP berinisial F, 15, di Kecamatan Cigedug yang sempat mengejutkan banyak pihak beberapa waktu lalu kini mulai stabil.

“Sekarang mental anak-anak yang menjadi korban sudah pulih, sudah bisa ceria kembali, bisa menjawab ketika ditanya. Berbeda dengan di awal-awal sebelumnya yang kebanyakan murung,” kata Nitta K Wijaya Kepala Bidang Advokasi Pemulihan dan Pendampingan P2TP2A Kabupaten Garut, saat ditemui Senin (23/5/2016).

Menurut Nitta meski kondisi mental anak-anak yang menjadi korban sodomi tersebut sudah pulih namun proses pemulihan masih tetap harus dilakukan karena banyak sekali faktor yang dapat mengganggu psikologis mereka.

“Jangan sampai mereka ini psikologisnya terganggu kembali karena rasa malu oleh stigma korban sodomi dan lain sebagainya”, Ucapnya.

Nitta memastikan sebelum Ramadan, para korban ini akan mendapatkan pemulihan dengan metode hipnoterapi. Sejumlah ahli hipnoterapi telah menyatakan kesiapannya untuk ikut serta dalam program pemulihan psikologi anak-anak korban ini.

“Sudah ada kerja sama dengan rekan-rekan ahli hipnoterapi. Rencananya sebelum Ramadan, anak-anak yang jadi korban akan dihipnoterapi dengan tujuan untuk membuang hal-hal buruk yang pernah mereka alami. Harapannya saat memasuki Ramadan, anak-anak bisa menjalankan ibadah dengan baik, tanpa gangguan psikis lagi. Soal waktu dan tempatnya kapan, itu masih dalam pembahasan,” ujarnya.

Nitta pun mendukung bila kasus ini mesti diselesaikan secara hukum. Namun demikian, proses tersebut akan membutuhkan waktu karena baik korban dan pelaku masih berada di bawah umur.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com

Penginapan di Garut Pesan Sekarang