gambar ilustrasi

gambar ilustrasi

Gapura Garut ,- Seorang pengusaha telor bersama dua orang pegawainya asal Kecamatan Karangpawitan Garut menjadi korban perampokan dengan kekerasan diwilayah Kecamatan Banjarwangi  tepatnya di kampung Patrol, Desa Tanjung Jaya Garut Selatan pada Senin 17 Oktober 2016.

Uang tunai yang dibawa korban sebesar Rp. 20 juta raib dibawa kabur perampok yang diketahui membawa senjata api  berupa pistol jenis FN.

Menurut  KBO Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut, Ipda Tedi  aksi pencurian dengan kekerasan terjadi pada Senin kemarin sekitar pukul 15.00 WIB di Lokasi kejadian.

“ Korban bernama Widi (30) seorang pedagang asal Kampung Dangdeur, Kecamatan Karangpawitan. Kita baru mendapatkan laporan aksi pencurian dengan kekerasan itu pada Senin malam sekitar pukul 20.30 WIB,” Kata Ipda Tedi, Selasa (18/10/2016).

Menurutnya keterangan yang berasil diperoleh dari  para saksi menyebutkan saat kejadian korban bernama Widi sedang  bersama dua orang pegawainya Rijal Solihin (20) dan Nandang (52).

“Mereka baru saja  pulang mengantarkan orderan telur  dari Pasar Banjarwangi/Singajaya. Saat melintasi di sekitar jalan raya Banjarangi, korban yang sedang mengemudikan mobil jenis Daihatsu Grand Max bak tiba-tiba diberhentikan oleh pelaku,” Ungkapnya.

Tedi menambahkan sebelumnya  mobil pelaku  diketahui  oleh para korban seperti sengaja membuntuti dari arah belakang dan langsung menyalip  serta  menghentikan  korban di tengah jalan yan‎g sepi.

“Saat itu dua orang pelaku langsung turun dari kendaraan daihatsu xenia warna putih yang  dikendarainya  dan menodongkan pistol jenis FN kepada  para korban.  Jumlah pelaku berdasarkan keterangan saksi ada  4 orang. ‎Pelaku yang menghampiri korban dan menodongkan senjata dari arah kanan dan kiri kendaraan korban,” Tuturnya.

Dibawah ancaman senjata api Lanjut Tedi,  korban Widi langsung dibawa oleh kedua orang pelaku kedalam mobil pelaku dengan mengatasnamakan anggota Polri dari Kepolisian Daerah Jawa Barat‎. Adapun kedua pegawai Wdi saat itu ditinggalkan di lokasi kejadian.

“Saat itu para pelaku tidak hanya membawa korban saja, tetapi juga membawa uang hasil penjualan telur sebesar Rp 20 juta, berikut dua unit telepon genggam merk samsung milik korban dan pegawainya. Tidak hanya itu saja, kunci kontak mobil juga ikut dibawa oleh pelaku, tapi mobil dan kedua pegawainya ditinggalkan di tempat kejadian perkara,” Paparnya.

Tedi menegaskan berdasarkan laporan tersebut,  pihaknya langsung melakukan pengecekan kelokasi kejadian kemudian  mengamankan barang bukti dan menggali informasi dari dua saksi. Pada saat melakukan olah tempat kejadian perkara, mobil milik korban masih berada dilokasi namun kunci kontaknya dibawa oleh para pelaku.

“Korban Widi yang dibawa pelaku berdasarkan informasi yang didapatkan dari Polsek Cisurupan diturunkan di sekitar daerah Gunung Papandayan  dan diketahui sudah diantar pulang oleh anggota Polsek ke rumahnya.,”Ucapnya.

Sementara itu  keterangan dari korban Widi, para pelaku  mengaku anggota Polda  dan ia sengaja menangkap dirinya  karena dugaan terlibat jaringan narkoba jenis sabu.

“adapun ciri-ciri mobil pelaku sendiri adalah spion sebelah kanan kacanya pecah,” Ungkap Widi kepada petugas Satreskrim polres Garut.

Pihak Satreskrim Polres Garut saat ini sedang  terus melakukan pendalaman  terkait aksi kriminal tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari saksi dan korban serta melakukan pengejaran terhadap para pelaku.***Margogo

 

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Booking Hotel di Garut? Hayukagarut.com