Gapura Garut ,- Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengaku prihatin menyusul kembali terulang kasus miras oplosan yang merenggut nyawa tiga orang pemuda warga Kampung Pasantren,   Sukadana, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut.

Ketiga pemuda korban miras oplosan tersebut adalah  SS, Enda ,dan EH, sementara satu orang lainnya berhasil selamat dan masih menjalani perawatan di RSUD Garut.

Wakil bupati Helni Budiman mengungkapkan bahwa saat ini pemuda dan remaja di Kabupaten Garut sedang mengalami kerawanan sosial.

“Ini yang harus selalu diwaspadai oleh seluruh kompinen masyarakat tidak hanya pemerintah tetapi juga aparat penegak hukum termasuk pihak keluaraga untuk segera melakukan pembinaan pembinaan yang seksama,”Kata Helmi Selasa (15/11/2016).

Helmi menyebutkan bahwa pemerintah maupun aparat penegak hukum kembali kecolongan dengan peritiwa miras oplosan yang kembali ternadi dan menelan korban jiwa meninggal.

“Memang semua kembali kecolongan,karena sebelumnya kabupaten  Garut juga sempat mengalami kejadian serupa dengan memakan banyak korban jiwa,” ucapnya.

Berdasarkan catatan yang ada peristiwa miras plosan sempat menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) pada akhir tahun 2014 lalu dimana akibat miras oplosan tersebut sempat menewaskan hingga 17 orang korban.

Sementara itu peristiwa kali ini, merupakan sebuah tamparan keras dan sekaligus sebagai bahan evakuasi untuk seluruh pihak terkait di Kabupaten Garut.

Sejumlah pihak mengaku prihatin dan sangat menyayangkan atas kembali terjadinya kasus miras oplosan yang mengakibatkan korban jiwa tersebut.***Irwan Rudiawan

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang