Gapura Garut ,-  Seluruh anak Ahmad Sukri, pelaku bom bunuh diri (Bomber) Kampung Melayu, Jakarta Timur Rabu pekan lalu, tidak pernah mengenyam dunia pendidikan formal.

“Saya pernah tanya anaknya yang paling besar A, katanya belajarnya cukup sama abi dan umi di rumah,” ujar Susi, salah satu warga Kampung Cempaka menirukan ucapan anak Ahmad Sukri, saat ditemui, Kamis, (01/06/2017).

Menurutnya, selama berada di Kampung Cempaka, RT 01 / 06, Kelurahan Lebak Jaya, Karangpawitan, Garut, Jawa Barat, Ahmad beserta keluarganya terkenal tertutup dan enggan bergabung dengan warga sekitar, namun beruntung kedua anaknya yakni A (9) dan U (5) kerap bergabung dengan anak-anak sekitar kampung.

“Kalau anaknya biasa bermain, tapi itu pak Ahmad Sukri dan istrinya jarang bertemu warga, paling kadang-kadang saya bertemu istrinya di warung,” ujar Susi menambahkan.

Bahkan saking tertutupnya, seluruh kaca rumah kontrakan yang ditempati terduga bomber Kampung Melayu tersebut sengaja ditutup kardus bekas. “Banyak sekali kardus di rumahnya untuk menutup kaca rumahnya, kita tidik tahu isi rumahnya,” ujar dia.

Meskipun demikian, namun Susi mengetahui pekerjaan utama Ahmad Sukri adalah penjahit baju muslim. “Biasanya hanya melayani pesanan saja melalui onlene, ada baju koko, gamis tapi terbatas,” kata dia.

Susi menambahlan, saat anak seusianya bersekolah, ia mengaku beberapa kali melihat anak Ahmad Sukri hanya bermain di sekitar perkampungan warga. “Ngajinya bada magrib dan hanya cukup sama abi dan umi saja,” ujar dia menirukan ungkapan A, salah satu anak Ahmad Sukri.

Endin warga Kampung Cempaka lainnya menambahkan, berdasarkan keterangan yang ia peroleh total anak Ahmad Sukri berjumlah 7 orang. “Yang di sini (RT 01) dua orang, yang di RW 03 kalau tidak salah lima ” ujarnya.

Selama berada di lingkungannya, Ia mengaku sulit bertemu dan mengenali Ahmad dan keluarganya. “Istrinya kan pakai cadar, pak ahmad sendiri kadang (bertemu) kalau ke mesjid, paling anaknya yang laki-laki dan perempuan yang masih kecil sering bermain sama anak-anak,” ungkapnya.

Namun sekitar dua pekan terakhir sebelum kejadian bom Kampung Melayu meledak, Neni salah satu istri Ahmad Sukri yang tinggal di RT 01 mengatakan akan pulang ke Bogor. “Katanya mau puasa di sana, jadi mau pulang dulu,” ujar dia.

Pagi ini detasemen khusus (Densus) 88 antiteror kembali menggeledah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kontrakan terduga pelaku bom (bomber) Kampung Melayu, Ahmad Sukri, di Kampung Cempaka RT 1 RW 6 dan RT 03 / RW 06, Kelurahan Lebak Jaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat pagi ini.

Selain itu, rumah H yang merupakan adik ipar Ahmad Sukri, yang berada di Kampung Paledang, Desa Suci Kaler tidal luput dari penggeledahan Densus 88 dan tim Puslabfor Polri. JSN

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang