jembatan-bangbayang-300x186 MUDIK 2016  Jalur Alternatif Cijapati Tidak Bisa Digunakan Mudik Lebaran Tahun Ini

Gapura Garut ,- Pada musim mudik nanti jalur alternatif Cijapati yang menghubungkan Bandung dengan Kabupaten Garut kemungkinan tidak akan dapat digunakan pemudik untuk tahun ini.

Tidak dapat digunakannya jalur alternatif Cjapati tersebut menyusul jembatan Bangbayang di Kampung Pintuan, Desa Karangtengah, Kecamatan Kadungora hingga kini kondisinya  masih belum dibangun pasca ambruk tahun lalu.

Kasat Lantas Polres Garut AKP Firman Syafrul mengatakan, hingga saat ini jembatan tersebut masih menggunakan jembatan darurat bailey. Jembatan ini, tambah dia, tidak memungkinkan untuk bisa dilewati kendaraan dengan frekuensi tinggi.

“Jembatan itu hanya bisa digunakan untuk satu jalur kendaraan. Sehingga tidak mungkin jalur itu digunakan untuk jalur alternatif,” jelas Firman, Senin (29/6/2015).

Sementara jalur alternatif Kadungora, Leles, Tarogong, Cilawu hingga Tasikmalaya akan dimanfaatkan dengan optimal untuk mengurai penumpukan kendaraan di jalur utama selatan Jawa Barat di kawasan Limbangan-Malangbong.

“Jika jalur utama Limbangan-Malangbong mengalami kepadatan maka jalur alternatif Kadungora hingga Cilawu akan dipergunakan seoptimal mungkin,” tuturnya.

Jalur Leuwigoong, Bandrek dan Wanaraja pun akan menjadi jalur pengurai jika terjadi kepadatan arus kendaraan baik di jalur utama Limbangan-Malangbong, maupun kepadatan arus kendaraan di jalur alternatif Kadungora-Cilawu.

“Ketiga jalur itu merupakan jalur pengurai yang cukup membantu mengatasi arus kendaraan di jalur utama dan jalur alternatif,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Dinas Bina Marga Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh. Aah mengatakan, jempatan pada jalur yang menyambungkan Kecamatan Kadungora, Garut, dengan Kecamatan Majayalaya, Kabupaten Bandung itu masih bersifat sementara.

“Jembatan di jalur Cijapati belum bisa digunakan sepenuhnya sebelum dibangun yang permanen. Kewenanganan pembangunannya di pemerintah provinsi. Dengan demikian, tahun ini jembatan itu belum bisa dipakai untuk mudik tahun ini,” paparnya.

Dia menjelaskan, terkait pengerjaan jalan di sejumlah ruas jalan, pemerintah kabupaten tengah berusaha melakukannya. Pengerjaan jalan salah satunya adalah perbaikan gorong-gorong.

“Di Jalan KH Hasan Arief wilayah Kecamatan Banyuresmi, terdapat tiga pengerjaan gorong-gorong. Satu pengerjaan untuk irigasi di Desa Sukasenang, dan dua lainnya untuk saluran Bendung Copong di Desa Sukasenang dan Desa Cipicung,” katanya.

Aah mengaku mempercepat pengerjaannya sehingga jalan alternatif utama itu bisa normal kembali pada H-10 Lebaran. Di Kecamatan Banyuresmi, pembangunan gorong-gorong besar untuk saluran irigasi Bendung Copong mengharuskan kendaraan berbelok ke jalan sementara yang dibangun di sebelahnya.

Jalan tanpa aspal sementara ini sangat berdebu jika dilewati kendaraan pada waktu cuaca terik. Akibatnya, kendaraan melaju lambat di titik ini.

Di lokasi perbaikan gorong-gorong irigasi di Desa Sukasenang, jalan yang digunakan hanya muat dilalui kendaraan dari satu arus. Hal ini disebabkan setengah badan jalan terputus akibat perbaikan gorong-gorong. Sehingga, kendaraan yang berlawanan arus harus saling menunggu giliran untuk melewatinya.

“Tidak hanya di Jalan KH Hasan Arief, pengerjaan jalan pun tengah dilakukan di Leuwigoong, Cibiuk, dan Cibatu. Jalan-jalan alternatif pendukung jalur Kadungora-Tarogong dan Limbangan-Malangbong ini selalu disesaki kendaraan pemudik, namun kondisinya perlu diperbaiki karena berlubang dan bergelombang di sejumlah titik,” ujarnya.

Perbaikan serupa dilakukan di Jalan By Pass Tanjung di Kecamatan Tarogongkaler. Dinas Bina Marga memperbaiki jalan tersebut dan menata pembatas serta bahu jalan dari tanaman liar.

Jalan By Pass ini merupakan pengurai arus lalu lintas jika terjadi kemacetan di Bundaran Tarogong dan kawasan Cipanas.

“Ada anggaran atau tidak ada anggaran, kami usahakan supaya jalan bisa digunakan dengan nyaman saat Idulfitri dan masa mudik. Perbaikan jalan di selatan pun dilakukan di Bungbulang dan Singajaya,” katanya.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang