Ketua DPD RI Irman Gusman mengenakan rompi tahanan KPK, foto detik.com

Ketua DPD RI Irman Gusman mengenakan rompi tahanan KPK, foto detik.com

Gapura Nusantara ,- Ketua DPD Irman Gusman menjadi tersangka perkara dugaan penerimaan gratifikasi  oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait pengurusan kuota gula impor untuk Provinsi Sumatera Barat tahun 2016 yang diberikan Perum Bulog kepada CV Semesta Berjaya (SB).

Ketua KPK Agus Rahardjo menyebutkan, penetapan itu didahului operasi tangkap tangan dengan barang bukti berupa uang sebesar Rp100 juta, Jumat malam kemarin.

Kata Agus penyidik menduga Irman bertindak sebagai penerima pada kasus tersebut. Ia disangka melanggar pasal 12 huruf a UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Kronologi penangkapan Irman bermula pada pukul 22.15 WIB. Saat itu, Direktur CV SB yang berinisial XSS alias Xaveriandy Sutanto datang ke rumah Irman. XSS datang bersama istri dan adiknya yang masing-masing berinisial MMI alias Memi dan WS alias Welly.

Agus mengatakan, pada pukul 00.30 ketiganya keluar dari kediaman Irman. Personel KPK langsung menghampiri ketiganya di dalam mobil yang masih terparkir di halaman rumah Irman.

Personel KPK kemudian masuk ke rumah Irman bersama ajudan senator asal Sumatera Barat itu. Penyidik KPK meminta Irman menyerahkan bungkusan yang diduga pemberian XSS dan MMI.

“Sekitar pukul 1.00 WIB tim membawa XSS, MMI, IG dan WS ke gedung KPK,” kata Agus. Pada operasi itu, KPK menyita uang senilai Rp100 juta.

Tidak hanya Irman, Agus berkata, KPK juga telah menetapkan XSS dan MMI menjadi tersangka.

Indonesia Corruption Watch (ICW) Menyayangkan penetapan tersangka ketua DPD Irman Gusman oleh KPK. Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz menilai keterlibatan Irman dalam kasus korupsi satu hal yang memalukan.

“Kasus ini tentu menjadi satu hal yang memalukan. Ini adalah sinyal awal bahwa korupsi sudah mulai masuk lembaga DPD,” kata Donal saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (17/9/2016) malam.

Donal menjelaskan, kasus yang menyandung Irman itu telah mencoreng harapan terhadap lembaga negara itu. “Karena selama ini kita berharap DPD menjadi penyeimbang wajah, memperbaiki citra parlemen di mana anggota DPR yang ramai diterpa kasus korupsi,” tutur Donal.

“Di tengah persoalan korupsi yang tidak putus melibatkan anggota DPR. Ini yang kena ketua DPD, hal ini semakin memprihatinkan,” tegasnya.

Kasus itu, Donal memprediksi, nantinya bisa menjalar di dalam tubuh DPD. Terlebih, banyak hal yang ditengah diperjuangkan DPD dan para petingginya.

“Saya melihat hal ini nantinya akan meluas, tidak hanya pada dia tapi juga ke DPD secara kelembagaaan. Dimana DPD saat ini sedang berjuang meningkatkan kewenangannya, dengan kejadian ini publik akan sulit untuk memberikan dukungan,” papar Donal.

“DPD sejauh ini tengah mengusahakan peningkatan dari kewenangan, ini jadi problem kelembagaan sekaligus jadi antiklimaks bagi DPD dalam upaya mencapai kewenangan itu,” sambung Donal.

***Dukutif dari CCN Indoneia dan detik.com

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com