Gapura, Sebuah sinetron dilayar kaca pada era akhir tahun 80 an ternyata bagian dari cerita unik serta bersinarnya talenta-talenta berbakat kota Intan Garut pada era itu didunia keartisan berikut ulasan Sang Penulis Skenario kenamaan asal Garut Yoyo Dasrio “TRAGEDI BAGENDIT: Yoyo Dasriyo dan Herawaty Gretha, sang pemeran “Nyai Endit” dalam sinetron “Tragedi Bagendit” garapan Agoes Widjoyono (1989). Keindahan nyala obor yang menari-nari, memecah keremangan malam di Kampung Cijoho, Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan, Kab Garut. Sinetron produksi TVRI Pusat ini, dijadwalkan turut menghangatkan suasana pentas Pekan Amal Yang Muda Yang Berkarya 20th Anniversary Repaga dikawasan obyek wisata Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, yang digelar dari tanggal 7 hingga 9 Februari 2014 mendatang.
Janur MB sebagai pelaksana kegiatan Pekan Amal itu, mencanangkan pula kehadiran sejumlah pemeran dari Garut, yang dulu turut mendukung sinetron “Tragedi Bagendit”. Diantaranya tercatat HM Guntur Palessa, H Chepy Effendy, Kemal Mustapa, Chepy Lengkung, Sri Kiansantang, Yuyun, serta Neneng Rita Wijaya. Mereka tampil di balik pamor bintang Doris Callebaut, (alm) H Arman Effendy, Diana Yusuf, Asrul Zulmy, (alm) Jack Maland, (alm) Doddy Sukma dan “Ambu” Yeti Syarifah. Apapun hasilnya sinetron tradisional itu, namun “Tragedi Bagendit” jadi asset berharga bagi pelestarian historis Situ Bagendit dalam wajah sinetron.
Nah Bagi anda siapapun yang memiliki kenangan manis dengan Situ Bagendit atau penasaran ingin kembali mengingat jalan cerita sinetro legenda Bagendit tersebut, silahkan datang pada waktunya nanti sabtu malam minggu tanggal 8 februri 2014 mulai pukul 20.00 sampai selesai.***

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang