IMG01577-20141207-1606-300x225 PARIWISATA BUDAYA  Belum Ada Hotel Berbintang, Warga Kota Banjar Bisa Kembangkan Homestay

Event Otomotif menjadi daya tarik wisata kota Banjar, foto Hermanto

Gapura Kota Banjar , –  Geliat pembangunan pariwisata Kota Banjar tampak terus menunjukan perkembangan signifikan. Sejumlah tempat wisata seperti Situ Leutik, taman wisata air Banjar Waterpark, dan lain-lain membuktikan Kota Banjar terus berbenah dan melengkapi akomodasi pariwisata.

Meski belum seberapa jika dibanding dengan kota-kota lainnya yang sedang berkembang, namun kota campernik diujung timur provinsi Jawa Barat ini selalu membuat betah dan memberi kesan mendalam bagi para tamu yang datang dari luar kota.

Namun patut disayangkan , dalam kemajuannya Kota Banjar hingga kini belum memiliki hotel kelas berbintang empat yang dapat dijadikan andalan akomodasi bagi kunjungan wisata.

Disini hanya ada satu hotel kelas berbintang, namun itu pun belum memadai, ditambah dengan hotel kelas melati dengan fasilitas yang masih sangat terbatas, seperti tidak adanya ruang khusus untuk pertemuan maupun ruangan-ruangan lain yang digunakan untuk berbagai kegiatan.

Tidak heran, jika kalangan eksekutif ataupun legislatif bila ada acara rapat, mereka sering memilih kegiatannya di luar Kota Banjar untuk mencari hotel berbintang serta  tempat pertemuan rapat yang nyaman.

selain eksekutif dan Legislatif, para wisatawan domestik khususnya dari kalangan para pecinta otomotif  yang datang dari luar kota untuk mengikuti event otomotif di Langensari pun sering merasa bingung karena susah mendapatkan tempat istirahat karena minimnya penginapan.

Seperti yang diucapkan Kuwat Pamudji (38) dari Tim Trail Adventure Banyumas. Dirinya mengaku sudah tiga kali mengikuti event otomotif di Langensari Kota Banjar. Namun ia mengakui bahwa dirinya beserta rekannya kerap kebingungan untuk mencari tempat menginap.

“Sudah tiga kali saya mengikuti event otomotif disini, namun penyakitnya cuma satu yakni minimnya penginapan untuk kami beristirahat, meski ada pasti penginapan tersebut sudah penuh dibooking,”Kata Pamudji , Selasa (22/11/2016).

Hal yang sama dikatakan Iwa Suryana (40) dari salahsatu club Motor asal Bandung. Menurutnya, event otomotif tahunan di Langensari Banjar ini selalu sukses, namun terkadang beberapa peserta sering mengeluh akibat terbatasnya penginapan.

“Semoga untuk kedepannya, di Langensari secepatnya dibangun sebuah hotel, tidak perlu hotel berbintang, kelas melati juga cukup,”katanya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) Kota Banjar Evy Firmansyah mengatakan, Event Otomotif yang digelar tahunan di Sport Center Langensari Kota Banjar bisa menjadi daya
tarik wisata tersendiri bagi Kota Banjar.

Selain itu, juga bisa menjadikan suatu keberkahan bagi warga sekitar Langensari, pasalnya event tahunan tersebut bisa menjadi ladang usaha bagi masyarakat sekitar, terutama mereka yang bermukim di wilayah sekitar.

“Event tahunan tersebut tentunya bisa menyedot peserta, tamu, wisatawan untuk bisa berpartisipasi di event tersebut, tentunya bagi peserta apabila ingin berlama-lama di Langensari dipastikan membutuhkan tempat penginapan, dikarenakan fasilitas penginapan di daerah tersebut belum ada,”ungkapnya.

Evy menambahkan, tentunya dengan hal itu akan menjadi suatu peluang usaha bagi masyarakat Banjar khususnya masyarakat Langensari. Menurutnya, masyarakat Langensari harus bisa membuat Homestay (penginapan rumah). Homestay adalah pemukiman warga sekitar tempat untuk beristirahat, ruangan-ruangannya di tata rapi seperti di hotel-hotel.

“Dengan konsep homestay bisa menjadi salahsatu solusi mengatasi permasalahan penginapan di Langensari, tentunya dengan kenyamanan pengunjung supaya mereka betah di Langensari,”imbuh pria yang kini bekerja di kementerian Sapta Pesona.

Konsep Homestay sendiri pun disetujui oleh Camat Langensari, Asno Sutarno. Selain tamu kegiatan otomotif, menurutnya di Langensari pun ada wisata Religi, yakni pada acara Haol di pesantren Arriyadloh Assanusiyah di dusun Sinargakih blok Pasirlening RT 4/2 Desa Langensari Kota Banjar atau ziarah ke makam Syeh Sanusi.

“Selain event otomotif, di Langensari pun sering ada tamu yang datang ke Pesantren Arriyadloh Assanusiyah untuk berziarah ke makam Syeh Sanusi, biasanya mereka yang datang dari luar daerah. Untuk itu selain homestay, disana pun perlu adanya rest area atau tempat parkir untuk pengunjung,”ujarnya.

Selain Camat Langensari, Wakil Walikota Banjar Darmadji Prawirasetya pun mengatakan hal yang sama. Dengan adanya Homestay dan rest area, peluang lainnya pun masih ada, yakni kuliner. Menurutnya dengan kuliner menjadi peluang untuk masyarakat membuka catering.

“Catering tersebut tentu makanannya harus standar hotel, dan konsep Homestay menjadi satu alternatif penginapan di Langensari,”kata pejabat yang kerap melakukan salam tiga jari ini.***Hermanto

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang