Gapura Garut ,- Pelaksanaan ujian kesetaraan Paket A di Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih diminati masyarakat. Dari belasan orang yang turut serta, dua orang kakek tercatat sebagai peserta pada pelaksanaan ujian di salah satu Sekolah Dasar (SD) wilayah Kecamatan Banyuresmi.
 
Dua orang pria tua ini adalah Edi Kusnadi, 65, dan Juju Juhandi, 60. Keduanya antusias mengikuti ujian setara SD tersebut.
 
Edi Kusnadi, warga Desa Tambaksari, Kecamatan Leuwigoong, mengaku sangat ingin mendapat ijazah. Menurutnya, ijazah setara SD itu sangat diperlukan karena tuntutan pekerjaannya sebagai perangkat Desa Tambaksari.
 
“Dulu saya pernah mengenyam Sekolah Rakyat (SR). Tapi tidak punya ijazah. Karena tuntutan pekerjaan sebagai perangkat desa, saya ikut ujian kesetaraan ini agar bisa memperoleh ijazah,” kata Edi, kemarin.
 
Pria renta yang menjadi peserta lainnya, Juju Juhandi, warga Kecamatan Banyuresmi, juga menuturkan hal serupa. Kakek lima cucu ini berharap mendapat ijazah karena tuntutan pekerjaan sebagai perangkat desa.
 
“Kalau sudah mendapat ijazah setara SD ini, nanti bisa saya laporkan ke pimpinan di desa,” tuturnya sebelum memasuki ruangan ujian.
 
Mata pelajaran yang diujikan dalam ujian kesetaraan SD itu dimulai dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika, IPA, dan IPS. Dua orang pengawas dari Dinas Pendidikan (Disdik) Garut mengawasi para peserta saat pelaksanaan ujian.
 
Pengawas Pendidikan Non Formal Disdik Garut, Lilis, mengatakan, pada tahun ini hanya satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ditunjuk Disdik untuk menyelenggarakan ujian Paket A, yakni PKBM Al-Jaziyah. Jumlah peserta ujian di 2015 ini sebanyak 17 orang.
 
“Dari ke-17 orang itu, dua orang sudah lansia, sementara 15 orang sisanya berbagai macam usia. Adanya minat lansia yang ikut ujian Paket A setidaknya memang karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan memiliki ijazah,” tukasnya.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang