IMG-20170502-WA0004-300x225 PENDIDIKAN  MI Cintaraja Tasikmalaya Ajarkan Ilmu dan Amal

Siswa dan siswi MI Cintaraja saat berada didalam mesjid mendapatkan siraman rohani, foto JSN

Gapura Tasikmalaya,- Musim pelajaran baru 2017-2018 akan segera bergulir. Bagi anda yang menginginkan anaknya terampil ilmu dan amal di tingkat pedidikan dasar.

MI terpadu Cintaraja, kampung gandrung, desa cintaraja, kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat bisa menjadi solusi.

“Disini memiliki kurikulum khusus selain ktsp dan kurtilas, yaitu kurikulum berbasis karakter, atau melakukan membiasakan amalan baik,” ujar pembina sekolah Tahyudin Ali Mursid, Selasa, 2 Mei 2017.

Menurutnya, sekolah gratis yang telah berdiri sejak tujuh tahun terakhir ini, disiapkan untuk mendidik siswa yang lebih mengedepankan sisi moralitas dan kesalehan, disamping pengetahuan umum dasar sebagai acuan siswa melanjutkan tingkat berikutnya.

“Intinya, mengejar presatasi dunai aherat,” ujarnya.

Dalam prakteknya, sekolah memberikan bimbingan pelajaran pengetahuan umum dan pendidikan moral, sehingga rapot yang diterima siswa ada dua macam yakni rapot formal dan rapot kegiatan anak-anak takwa. 

“Isinya memantau atau mengharuskan tadarus setiap hari, sholat berjamaah, sholat duha yang dipatau dan dipimpin langsung oleh guru pembimbing selama di sekolah,” papar dia.

Ia mencontohkan program tahfidz surat surat pendek yang diharapkan siswa terbiasa menghafal alquran dan berakhlak baik, hingga hal yang dianggap sepele yaitu soal kebersihan bagi setiap siswa wajib memungut sampah yang ada didepannya dan dimasukan dalam tong sampah di sekitarnyam “Di sekolah ada program ketawa ketemu sampah langsung bawa,” papar Tahyudin.

Kepala Sekolah MI Cintaraja Wiwin menambahkan, dalam perjalannya, lembaga sekolah yang didirikan keluarga yayasan pondok Pesantren Riyadhus Salihin, Tasikmalaya ini bukannya tanpa hambatan, mulai minimnya siswa yang daftar, hingga tudingan hanya kepentingan bisnis semata pernah ia rasakan. 

“Aneh saja ada masyarakat dekat sekolah yang tidak suka,”.-

Namun kondisi itu terbayar sudah, kepercayaan orang tua siswa tumbuh sehingga jumlah siswa terus bertambah, bahkan saat ini justru tengah merencanakan pembatasan siswa tiap kelas hanya 23 siswa. 

“Biar terkontrol dan efektif bagi siswa,” kata dia.

Selain telah meluluskan satu angkatan dengan rataan nilai akademik memuaskan diantara sekolah swasta lainnya, penghargaan nasional pun mulai mereka raih, seperti Garuda Siaga Berprestasi Tingkat Nasional hingga penghargaan tingkat kabupaten seperti juara pildacil, tenis meja dan lainnya. 

“Sekarang prestasinya sudah tingkat nasional, jadi MI jangan lagi dipandang sebelah mata,” ujar dia bangga. **JSN

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang