mediacenter3-300x165 PENDIDIKAN  Diskominfo Garut Apresiasi 9 Siswa Inovator Teknologi Informasi

Kepala Dinas Kiminfo Kabupaten Garut saat menerima para siswa berprestasi, foto dok

Gapura Garut ,- Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika(Diskominfo) Kabupaten Garut menerima keompok Siswa SD dan SMP berprestasi yang datang menyambangi kantornya di Kmpleks Pemda Garut Jalan Terusan Pembangunan Tarogong Kidul Garut. Jumat (3/11/2017). Para siswa tersebut  unjuk kabisa dihadapan Kepala Diskominfo Garut H. Nurdin Yana dan jajarannya.

Salah satu yang dipertunjukkan adalah Karya Saron Simulator yang kemudian dikembangkan menjadi Gamelan Simulator. Karya ini akhirnya memenangkan INAICTA 2014 dan Merit Award APICTA Awards 2014.

Hebatnya, komunitas anak penggemar IT ini telah mengasilkan beberapa karya inovatif, tahun berikutnya, anak-anak ini masuk finalis INAICTA 2015. Tidak puas di situ, mereka membuat karya inovasi berikutnya dengan Lab Komputer Mini yang mendapatkan apresiasi SATU Indonesia Awards 2016.

Akhir Oktober  2017 ini, lagi-lagi anak-anak alumnus SD Negeri Regol 10 Garut ini memikat juri GeoInovation Bootcam 2017 di Bogor, yakni Karya Pemetaan Pelajar dari Keluarga Miskin oleh Pelajar. Menyisihkan hampir 270 kontestan termasuk mahasiswa dan pelajar, tim yang dijuluki Tim 17 Pemetaan ini dinobatkan sebagai 10 inovasi informasi geospasial terbaik 2017 oleh BIG. Pemberian penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN) Nasional/Kepala Badan Perencanan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro.

Saat mencurahkan hatinya dihadapan Kepala Diskominfo H. Nurdin Yana, melalui salah seorang pembimbingnya, Dewis Akbar, mengharapkan  Dinas Kominfo dapat memfasilitasi pertemuan dengan para kepala sekolah baik SD maupun SMP agar dapat dirintis kegiatan serupa di sekolahnya. “Agar makin banyak pelajar Garut yang bisa diajak berkolaborasi menghasilkan karya TIK yang bermanfaat”, harapnya.

Sementara itu Ketua Relawan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) Garut, Rikza M. Nasrulloh, menuturkan, tujuan kedatangan mereka adalah beraudiensi dengan Kepala Dinas Kominfo Garut agar mengetahui bahwa di Garut ada komunitas yang secara konsisten melakukan pendidikan TIK yang kontinu kepada anak-anak dan konsisten pula tiap tahun mengharumkan nama Garut di tingkat nasional bahkan internasional. “Kami sangat berharap Dinas Kominfo Garut dapat memfasilitasi upaya replikasi kegiatan serupa agar makin banyak pelajar sebaya mereka yang belajar TIK, baik dasar maupun lanjutan. Sehingga makin banyak pelajar garut yang lebih produktif dengan TIK, khususnya belajar coding untuk membuat aplikasi”, ujarnya didampingi Sukanda, S.Pd. Ketua Google Educators Group Garut.

Kepala Diskominfo, H. Nurdin Yana, memberikan apresiasi tinggi dan kebanggaannya atas prestasi yang ditorehkan anak-anak di bidang teknologi informasi (TI). Dihadapan 9 anak SD dan SMP serta Pembimbing dan komunitas Relawan TIK dan Google Educators Group Garut, pihaknya akan berupaya memediasi dan memfasilitasi dengan SKPD terkait agar betul-betul mendapat perhatian. “Prestasi seprti ini diharapkan menjadi modal utama dalam upaya menyongsong era globalisasi berbasis teknologi”, pungkasnya.

Menurut Dewis Akbar, sesuai permintaan Diskominfo, aplikasi yang baru saja meraih apresiasi dari BIG (Badan Informasi Geospasial) akan dikembangkan lebih luas agar dapat memetakan seluruh warga miskin yang bersinergi dengan program Dinas Sosial. Pihaknya juga akan mencoba menjajagi kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk dapat di-overlay dengan data ibu hamil dari posyandu sehingga bisa diperoleh data ibu hamil dari keluarga kurang mampu. “Selanjutnya data dapat menjadi rujukan pemberian prenatal care serta support nutrisi bayi guna menurunkan tingkat kematian bayi serta mencegah gizi buruk”, katanya.***Yanhum

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang