DSC_0045_0001-300x225 HUKUM & KRIMINAL PERISTIWA  Kapolda : Jabar Termasuk Daerah Rawan Traffiking

Kapolda Jabar Irjen Pol Muhammad Iriawan, Saat diwawancara wartawan pada Kunjungannya di Garut Selasa (8/7/2014). (poto jmb).

Gapura Garut ,- Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Muhammad Iriawan membenarkan Daerah Jawa Barat temasuk Daerah rawan Human Traffking (Perdagangan manusia), termasuk salah satu daerah yang rawan perdangan manusia ini adalah Kabupaten Garut.

Saat kunjungannya memantau kesiapan Pilpres di Garut Selasa (8/7/2014), Kapolda mengatakan bagi tindakan perdagangan manusia apapun bentuknya di Jawa barat, pihaknya telah melakukan upaya-upaya atau tindakan hukum sesuai dengan kewenangan Polri.

“Traffiking memang bukan hanya di Garut tetapi hampir diseluruh daerah Jawa Barat   banyak terjadi dan kita Polri telah melakukan tindakan hukum sesuai kewenangnnya disamping tindakan-tindakan preventif lainnya bersinergi dengan pihak pemerintah daerah setempat”. Ungkapnya.

Kapolda Menambahkan, langkah kongkritnya dari pihak Kepolisian jika ada kasus Traffiking, yang pertama mengedepankan upaya-upaya penegakan hukum sesuai kewenangannya.

“Saya juga akan meminta para Kapolres untuk kerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk mencegah adanya traffiking.  atau bagi yang terlanjur  menjadi korban untuk segera dilakukan upaya-upaya pembinaan dan mencarikan jalan keluarnya yang terbaik”. Paparnya.

Sementara itu berkaitan dengan belasan warga Garut yang diduga menjadi korban penipuan dengan iming-iming akan dipekerjakan dibidang pelayaran namun akhirnya diterlantarkan ditengah laut dekat pulau selayar, Kapolda Jabar mengaku belum mendapatkan laporan secara resmi dipihak Kepolisian setempat.

“Saya belum mengetahui, belum mendapatkan laporan, sebaiknya ditanyakan saja kepada Kapolres Garut yaa”. Tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sedikitnya 13 orang warga Kampung Ciwalen Keluarahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota, dipastikan menjadi korban penipuan dengan dijanjikan akan dipekerjakan dibidang pelayaran atau kapal penangkap ikan, namun kenyataannya diterlantarkan.

Hal itu terungkap setelah salah seorang keluarga korban menerima kabar terakhir bawha keberadaan mereka diterlantarkan dikawasan perairan Maluku dekat pulau Selayar.”Kabar terakhir saat adik saya sms, mereka semuanya ada tiga belas orang sedang berada diatas kapal ditengah lautan dengan tanpa diberikan makanan dan minuman, adik saya mengaku terpaksa minum air laut”. Kata Mira salah seorang kakak kandung warga yang menjadi korban penipuan tersebut dirumahnya Senin (7/7/2014).

Mira juga menunjukan, pesan dari adiknya melalui sms yang berbunyi antara lain keberadaan mereka lebih parah dari orang yang dipenjara, terisolir tidak ada makanan dan minuman kondisi kapal yang digunakanpun kapal kecil yang tidak layak berlayar.

“Adik saya bilang melalui sms kataya tersiksa lebih-lebih dari dipenjara,semua mau pada kabur sudah sampai diselayar anak-anak sakit semua”. Ucap Mira menirukan isi  SMS yang diterima dari adiknya.

Mira mengaku khawatir karena setelah kabar terakhir diterima pada tiga hari lalu hingga kini belum ada lagi komunikasi.”Kami sangat khawatir karena sudah tidak bisa lagi komunikasi, takut ada apa-apa dengan mereka, sementara menurut informasi perusahaan yang merekrut mereka ternyata alamatnya juga tidak jelas”. ungkap Mira Khawatir.

Mira bersama sejumlah keluarga korban lainnya berharap segera mendapatkan kepastian tentang keberadaan keluarga mereka yang berdasarkan kabar terakhir kondisinya memprihatinkan terapung ditengah lautan jauh dari darat.***jmb

 

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang