Gapura Garut,- Kosongnya persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di berbagai daerah Pulau Jawa, membuat ratusan  nelayan Garut cemas.  Mereka khawatir, habisnya stok persediaan BBM bersubsidi jenis premium dan solar juga terjadi di Garut.

“Saat ini stok kayaknya masih ada,  namun berdasarkan kabar yang diberitakan berbagai media justru kosongnya stok BBM marak terjadi di sejumlah daerah, jelas kami juga Khawatir  akan mengalami hal yang sama,” kata Lukman Nurhakim Sekjen Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Garut, Senin (25/8/2014).

Menurutnya, kekhawatiran para nelayan cukup beralasan. Pasalnya, BBM selama ini berperan penting dalam menopang mata pencaharian mereka untuk mencari ikan di tengah lutan.

“Saat ini memang para nelayan sudah sangat bergantung dengan BBM baik premium maupun solah. Setau saya BBM jenis  premium lebih banyak dipakai karena sebagian besar nelayan perahunya kecil-kecil. Premium diperlukan untuk mesin perahu di bawah 5 GT, sedangkan solar untuk perahu besar atau lebih dari ukuran 5 GT,” ungkapnya.

Terkait informasi mengenai adanya rencana pemerintah akan menaikan harga BBM karena subsidi telah menipis, Lukman mengaku para nelayan tidak akan mempersoalkannya, selama stok premiumnya aman serta diberikan sejumlah keringanan dalam bentuk apapun terhadap para nelayan.

“Beban subsidi BBM memang sudah besar. Banyak disalahgunakan. BBM subsidi banyak dinikmati orang-orang mampu yang memiliki kendaraan mewah. Kalau pemerintah pada akhirnya akan menaikan harga BBM, kami hanya bisa meminta agar nelayan diberi keringanan. Biarkan nelayan tetap mendapat BBM bersubsidi atau lebih murah karena sangat penting untuk pekerjaan mencari ikan,” Pintanya.***TG

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang