Gapura Bandung ,- Sri Punjani (67) akhirnya meregang nyawa setelah bersimbah darah di dalam rumahnya di Jalan Saturnus Raya Selatan 3 nomor 3, Rt 08, Rw 14, keluarahan Margasari, kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat.

Warga sekitar tempat kejadian mendadak geger menyusul meninggalnya perempuan tua tersebut diduga menjadi korban pembunuhan oleh anak kandungnya sendiri.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilokasi kejadian, Sri Punjani diketahui sudah tak bernyawa oleh salah seorang anak perempuanya bernama Diah Safitri.

“saat pertama kali ditemukan kondisi jasad ibu Sri sangat mengenaskan , darah segar masih keluaran dari bagain luka didadanya”. Kata Herman Hidayat Ketua RT setempat saat dimintai keterangan seputar peristiwa tersebut , Jumat (5/9/2014).

Menurutnya, sekitar pukul 10.00 Wib pagi terdengar suara teriakan meminta tolong datang dari rumah korban , setelah melakukan pengecekan ternyata peritiwa nahas telah menimpa korban.

“ Saya masuk mengecek ke dalam rumah berlantai dua ini dan saya melihat tubuh Ibu Sri yang berada di ruang tengah lantai satu posisinya terduduk duduk dikursi sudah tidak bernyawa”. Ungkapnya

Herman menambahkan, selama ini, Sri tinggal satu rumah bersama anak laki-laki yang akrab disapa Tufa (30), “Kabarnya tadi pagi sekitar pukul 09.21 Tufa sempat menelepon Kakak perempuanya, tetapi tidak mengetahui isi pembicaraan ditelepon tersebut”. Ucapnya.

Sementara itu untuk memastikan siapa pelaku pembunuhan, Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara.

Tufa sendiri anak kandung korban yang diduga sebagai pelaku pembunuhan masih dilakukan pemeriksaan sebagai saksi di Mapolsek Buah batu Polretabes Bandung. Sementara untuk keperluan otofsi, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Sartika Asih Bandung.

Kapolsekta Buahbatu, Kompol Jimmy Ronaz, mengungkapkan, anak korban, Tufa Mahendra (36), merupakan satu-satunya orang yang berada di lokasi saat jasad ditemukan.

“Anaknya korban bernama Tufa masih menjalani pemeriksaan oleh tim psikolog dari Polda Jabar. Kemungkinan dua atau tiga hari hasilnya keluar,” jelas Jimmy.

Berdasarkan informasi yang diterima polisi dari sang kakak, Tufa mengalami gangguan kejiwaan. “Karena kami lihat dan menurut keterangan kakaknya, Tufa mengalami gangguan jiwa,” sambungnya.

Jimmy menambahkan, selama ini Sri hanya tinggal berdua bersama anak bungsu dari lima bersaudara itu. Kakak-kakak Tufa sudah berkeluarga dan tinggal di tempat lain.

“Kami fo‎kus dulu terhadap Tufa. Karena sampai sekarang dia masih berbelit. Kadang jawabnya A, kadang B. Sekarang saja lagi diperiksa malah tidur. Makanya kami tunggu dia sampai bangun dan pemeriksaan baru dilanjutkan,” Pungkasnya.***Barazev

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang