IMG01249-20140930-1143-300x225 PERISTIWA  Banyak Kaula Muda Sengaja Berbuat Mesum di Kebun Karet Batu Lawang

Salah seorang petugas saat melakukan patroli dilokasi Kebun Karet Batu lawang Kota Banjar, Selasa (30/9/2014) foto Hermanto

Gapura Kota Banjar, – Perkebunan Karet milik  PTP Nusantara VIII di wilayah desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, diduga kerap dijadikan tempat berbuat mesum dan pesta miras oleh para pelajar serta pasangan muda-mudi.

Ditempat tersebut juga  sering ditemukan kondom bekas pakai dan botol-botol minuman keras yang sengaja dibuang begitu saja. Ironisnya menurut keterangan sejumlah saksi mata dilokasi tersebut  perbuatan maksiat  dilakukan di siang hari bolong.

“Biasanya  pasangan muda-mudi banyak yang datang kesini dan  sebagian memilih lokasi yang sangat jauh kedalam kebun, mungkin karena ingin bebas melakukan perbuatan maksiatnya”. Kata Yadi Nurhadi (40) salah seorang Tokoh Pemuda Batulawang, Selasa (30/9/2014).

Menurutnya, dirinya pernah memergoki pasangan muda-mudi yang sedang berbuat tidak senonoh dan saat itu diusirnya.

“”Beberapa hari lalu saya melintas di perkebunan ini, dan saya memergoki ada pasangan remaja yang sedang berbuat asusila, saya juga sudah melaporkan kejadian itu kepada aparat desa setempat”,ungkapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Muso Paryono (46) warga Batulawang lainnya, menurutnya perkebunan karet ini sering dijadikan tempat berduaan antara pasangan muda-mudi, karena kondisi tempat yang sunyi dan teduh, bahkan jauh dari pemukiman penduduk.

“Memang setiap hari saya lewat disitu, dan pernah juga memergoki sepasang pelajar yang sedang bercinta di sebuah brending,”katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Humas PTPN VIII Batulawang Yayan Haryatno mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan  ulah para remaja tersebut, karena menurutnya dengan maraknya perbuatan mesum diperkebunan karet ini,  masyarakat Batulawang menjadi tercoreng.

“Kami sering melakukan patroli mengevaluasi kebun, dan pernah juga memergoki dua pasangan yang tengah asyik memadu kasih, kemudian oleh kami di nasihati, dan kalau bertindak yang lebih, kewenangan kami terbatas,dalam hal itu”,ungkapnya.

Yayan berharap, kepada aparat pemerintahan, aparat desa, dan warga sekitaran Batulawang untuk berpartisipasi menghilangkan, paling tidak mengurangi perbuatan asusila yang dilakukan oleh para remaja di perkebunan karet tersebut.

Sementara itu, meski sudah beberapa kali dilaporkan ke Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjar, hingga  ke Kepolisian, namun hingga kini tempat tersebut masih tetap saja ramai didatangi para pasangan ABG yang kebanyakan hendak memadu kasih didalam perkebunan itu.

Warga sekitar kini semakin merasa gerah dan tidak nyaman dengan maraknya muda-mudi yang datang berpasangan kelokasi tersebut. Warga berharap pihak pihak terkait segera dapat menertibkan dan membuat lokasi tersebut tidak lagi dijadikan ajang berbuat mesum.***Hermanto

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang