Gapura Garut,- Kondisi jembatan yang terbuat dari bambu yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Cikelet mulai rapuh. Warga yang melintasi jembatan penghubung antara Desa Tipar dan Desa Karang Sari ini, harus ekstra hati-hati saat menggunakannya menyebrang.

Jembatan yang memiliki panjang sekitar 10 meter itu keberadaanya sangat vital bagi masyarakat di dua desa tersebut,  selain sebagai sarana penyebrangan biasa, jembatan tersebut diperlukan untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan bagi warga  disejumlah kampung di Desa Tipar dan Karangsari.

“Bahan bambu pada jembatannya sudah rapuh. Kami harus hati-hati saat melintas di atasnya,” kata Yati, 35, warga Kampung Cinaya, Desa Tipar saat dijumpai baru-baru ini

Menurutnya, banyak orang yang menggunakan jembatan bambu ini untuk menyebrang. Misalnya dari Kampung Sawah Bera, Karang Sari Cinaya, dan sejumlah kampung lainnya.

“pokoknya warga menggunakan jembatan ini untuk berbagai keperluan, ada yang untuk keperluan mengangkut hasil tani, ada juga yang menggunakannya untuk menyebrang biasa,” Ungkapnya.

Kondisi rapuhnya jembatan sederhana tersebut terdapat di beberapa penopang bambu, sambungan pijakan, dan bagian lainnya. Selama ini, warga hanya memperbaiki jembatan tersebut secara swadaya dengan bahan-bahan seadanya.

Sementara itu, Kepala Desa Tipar, Ade, berharap pemerintah dapat memberi bantuan berupa perbaikan jembatan. Dia menilai jembatan akan rusak jika kondisi itu dibiarkan dalam waktu yang lebih lama lagi.

“Semoga tahun ini jembatan penghubung dua desa itu bisa mendapat bantuan dari pemerintah. Jika musim hujan tiba, kondisinya akan sangat memprihatinkan dan membahayakan. Selain faktor bambu yang sudah rapuh, arus sungai di bawahnya akan deras dan jembatan menjadi sangat licin. Tentu ini akan membahayakan penggunanya,” Tuturnya.

Menurut Ade, warganya berharap pemerintah memberikan bantuan perbaikan jembatan dengan kontruksi jembatan rawayan yang terbuat dari besi sehingga dapat bertahan lama dan kondisinya kokoh serta kuat, sehingga warga tidak akan khawatir saat menggunakannya.***TG

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang