IMG01364-20141020-0816-300x224 PERISTIWA  Bisnis Prostitusi Online Hebohkan Kota Banjar

Nih dia situs online bisnis esek-esek via online yang menghebohkan warga Kota Banjar, Foto Hermanto

Gapura Kota Banjar ,- Bisnis esek-esek via online kini tengah menjamur dimana-mana, para pelanggan dengan mudah mengakses melalui internet dengan mengklik atau membuka website tertentu maka dengan mudah dapat bertransaksi layanan asmara haram tersebut.

Belakangan bisnis birahi melalui online ini diduga  kebanyakan ditekuni oleh para wanita muda dari berbagai kalangan, bahkan diantaranya dari kalangan pelajar.

Menurut sejumlah sumber yang berhasil dihimpun, Layanan bisnis “lendir” melalui on line ini, kerahasiaannya lebih terjamin sehingga menjadi angin segar bagi para penyedia layanan seks yang tidak lagi harus keluyuran dijalanan atau nongkrong ditempat tempat tertentu.

Bagi para lelaki hidung sebagai peminat layanan birahi ini menjadi sangat mudah untuk mengaksesnya, cukup dengan  cara menghubungi melalui sambungan telpon dengan nomor yang  tertera di situs-situs tertentu, maka prosespun mengalir amat sangat mudah.

Mereka tinggal janjian, terus jalan atau check in di hotel. Kemudahan seperti itulah yang menjadi kelebihan bisnis seks melalui online ini, karena pelaku sangat sulit teridentifikasi dari masyarakat maupun lingkungan sekitarnya.

Sejumlah sumber menyebutkan, banyak wanita muda yang menekuni bisnis prostitusi melalui online ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau untuk mendapatkan barang-barang mewah yang lainnya.

Baru-baru ini, warga Kota Banjar diresahkan dengan adanya situs jual beli pelajar SMA dan mahasiswi. Di situs ini, si mucikari menyertakan foto dan nomor telepon selular untuk proses transaksi. Bisnis tersebut terdapat di group facebook “jual beli Kota Banjar”.

Di  sebuah grup laman Facebook berjudul  “jual beli Kota Banjar” , ini pun menyertakan foto beberapa perempuan yang masih ABG lengkap dengan nomor telepon seluler yang masih aktif dan dapat dihubungi. Bahkan, beberapa diantaranya terdapat foto bugil dari perempuan-perempuan muda yang usianya diperkirakan 20 hingga 23 tahun. Tarif yang ditawarkan pun bervariatif, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Menanggapi prostitusi online yang kini tengah ramai dibicarakan publik, Zaenal Arifin, S.Sos.I selaku Ketua HTI DPD Kota Banjar menuturkan bahwa masalah tersebut ada karena  rusaknya sistem tatatanan sosial di masyarakat yang disebabkan faham liberalisme ( faham kebebasan) dalam berprilaku. Selain itu juga karena lemahnya hukum dan sanksi, serta lemahnya kontrol dari masyarakat.

“Hal ini karena rusaknya sistem tatanan sosial, sehingga mereka menganut faham kebebasan, dan mereka lupa dengan adat ketimuran yang mengutamakan etika, norma, serta kaidah-kaidah moral,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/10/2014).

Menurut Zaenal, dalam hal ini perlu diterapkan sanksi bagi pelakunya, sehingga ia mendapat efek jera dari perbuatannya.

“peran orang tua serta masyarakat lingkungan sangat penting dalam hal ini. Masyarakat luas harus membentuk lingkungan sosial yang islami, serta kemauan politik negara untuk memblokir situs prostitusi berada di media online tersebut juga perlu terus didorong,”Tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Kota Banjar,  AKBP. Asep Saepudin SIK saat dimintai tanggapannya, mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan tentang dugaan adanya bisnis prostitusi online di Kota Banjar tersebut. “Kami masih terus menyelidiki masalah prostitusi online ini,”Ucapnya.

Asep menambahkan, pihaknya juga membutuhkan peran masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah Kota Banjar melalui sejumlah intansi terkait dalam menangani hal ini.

“semua pihak harus terlibat, termasuk peran orang tua dalam pengawasan terhadap pergaulan putra-putrinya”. tegasnya.***Hermanto

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang