siswa-demo-maang-300x199 PERISTIWA  Kepsek SMPN I Tarogong Kidul Garut, Didemo Ratusan Siswanya

Ratusan siswa SMPN I Tarogong Kidul saat melaksanakan aksi unjukrasa menuntut kepala sekolah mereka mundur, Senin (3/11/2014). foto Niken

Gapura Garut ,- Dinilai banyak melakukan pungutan, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat, didemo ratusan siswanya yang meminta Kepala Sekolah segera mundur.

Kecewa ratusan siswa tersebut diungkapkan dihalaman kompleks SMPN 1 Tarogong Kidul dijalan Subyadinata kelurahan Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul Garut.

Selain menerikan yel-yel meminta mundur kepala sekolah, ratusan siswa SMP tersebut juga membawa poster berisikan kecaman terhadap kepala sekolah yang sering mengelurakan kebijakan yang banyak memberatkan siswa.

Ratusan siswa ini menggelar aksinya pada saat jam pelajaran sedang berlangsung. Mereka lebih memilih keluar dari ruangan kelas dan menggelar aksi unjukrsa melampiaskan kekecewaan mereka terhadap kebijakan sekolah dengan menuntut mundur kepalanya.

Para siswa menilai, kebijakan harus membayar  iuran dan infak dengan alasan untuk perbaikan sekolah dan masjid, sebesar dua puluh ribu rupiah per siswa per bulan sangat memberatkan orang tua mereka.

Pungutan sebesar itu sudah berlangsung hampir berjalan satu tahun, sementara mesjid dan bangunan sekolah belum juga dibangun.

“Kami sangat keberatan dengan iuran dan nfak tersebut, sementara mesjid dan bangunan sekolah masih saja belum ada perbaikan”. Kata Silmi salah seorang siswa anggota Osis disela-sela aksinya.

Menurutnya, selain persoalan pungutan pihak sekolah juga tidak pernah melakukan perawatan dan pemeliharaan terhadap sejumlah WC yang  menimbulkan bau tak sedap hingga keruang  kelas.

“Kami melalui Osis sudah sering mempertanyakan hal tersebut kepada pihak sekolah, namun tidak pernah ada jawaban yang memuasakan dari sekolah”.ungkapnya.

Kekecewaan yang sama juga diungkapkan,  Kevin salah seorang siswa yang juga membenarkan jiks selama ini ada pungutan untuk infak sebesar dua puluh ribu rupiah per bulan dari masing-masing siswa untuk membangun masjid dan sekolah namun sudah satu tahun belum juga direalisasikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN I Tarogong Kidul, H Mamin Sutarmin membantah kalau pihak sekolah telah memungut iuran dan infak.

“Sebetulnya yang meminta itu bukan pihak sekolah namun, dari komite sekolah itupun sudah kesepakatan dengan pihak orang tua murid saat pertemuan beberapa waktu lalu, selama ini pihak sekolah tidak pernah memungut apapun dari siswa”.Tegasnya.***Niken

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang