Gapura Garut,- Rangkaian peringatan hari AIDS sedunia yang jatuh pada taggal 1 Desember lalu, diperingati Chevron Geotherman Indonesia (CGI) di Garut, Jawa Barat dengan menggelar pelatihan menjadi penyuluh HIV/AIDS, yang diperuntukan bagi para karyawan untuk belajar mengenai pencegahan dan bahaya penyebaran HIV/AIDS serta bagaimana mensosialisasikan hal ini kepada rekan kerja dan masyarakat di sekitar wilayah tempat tinggal mereka.

Program yang disebut Peer Leader Educator (Pendidik Sebaya/PLE) yang berkerjasama dengan Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA) ini tengah berlangsung di Chevron Geothermal Indonesia (CGI) di Garut mulai Rabu (3/12/2014) hingga hari Kamis (4/12/2014).

Menurut realeas yang diterima redaksi Gapura media, Program PLE bertujuan membentuk barisan pekerja yang dapat membantu pencegahan penularan HIV dan menyebarluaskan informasi HIV di tempat kerja dan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan informasi dasar mengenai HIV/AIDS, termasuk media, cara dan prinsip penularan, faktor yang mempengaruhi HIV/AIDS, dan pembekalan keterampilan komunikasi untuk menyampaikan informasi HIV dan membuat media edukasi yang diperlukan.

Ramdani Sirait, Direktur Eksekutif IBCA mengatakan program edukasi ini tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tapi juga bagi masyarakat dan memberikan kontribusi signifikan dalam program nasional untuk penanggulangan HIV dan AIDS.

“Latihan seperti Peer Leader Educator ini sangat baik untuk kontinuitas kampanye HIV AIDS di tempat kerja,” ujarnya. “PLE yang andal dan dilatih dengan lengkap dapat menjadi agen perubahan di lingkungan perusahaan untuk memberikan edukasi kepada karyawan lain mengenai informasi yang lengkap tentang dengan HIV AIDS sehingga mendukung produktivitas perusahaan, dan memastikan program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) berjalan dengan baik. Lebih luas dampak positifnya mereka yang sudah dilatih tidak hanya mempunyai kemampuan edukasi komunitas internal perusahaan, tapi juga masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka,” Kata Ramdani.

Sementara itu Paul Mustakim General Manager Policy, Government and Public Affair Chevron geothermal, mengatakan, Pelaksanaan edukasi HIV/AIDS ini dilaksanakan di seluruh unit operasi Chevron di Indonesia, termasuk di Jakarta dan Sukabumi.

“Program pelatihan ini sejalan dengan nilai-nilai yang kami anut (Chevron Way) dalam mengatasi ancaman yang ditimbulkan dari HIV/AIDS. Edukasi ini merupakan upaya penanggulangan, mulai dari pencegahan terinfeksinya dan terjadinya kematian tenaga kerja akibat HIV/AIDS, hingga pencegahan terjadinya lingkungan kerja yang negatif akibat adanya stigma dan diskriminasi terhadap tenaga kerja yang berstatus Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA),” Ungkapnya.

Setelah mengikuti pelatihan, para pekerja wajib menetapkan rencana dan jadwal sosialisasi yang akan mereka lakukan kepada masyarakat dan juga kepada karyawan Chevron lainnya. Rencana sosialisasi ini kemudian akan diawasi pelaksanaannya dan dilaporkan hasilnya kepada Tim Pendidik Sebaya lainnya.

Sejauh ini Chevron menerapkan kebijakan non-diskriminatif yang ketat terhadap para penderita HIV/AIDS bagi semua karyawan Chevron di seluruh dunia.

Karyawan dengan HIV/AIDS dilindungi secara penuh oleh peraturan perusahaan yang berlaku tentang pelecehan dan diskriminasi. Perusahaan tidak akan melakukan tes HIV terhdap calon karyawan. Karyawan yang mengidap HIV/AIDS akan diperlakukan sama dengan karyawan lainnya dan kerahasiaan status HIV/AIDS seorang karyawan akan selalu dijaga sesuai dengan peraturan perusahaan.

Chevron juga memastikan diberikannya perawatan kepada karyawan dan keluarganya, dengan praktik dan fasilitas medis yang memadai, keahlian dan infrastruktur medis yang layak, dan obat-obatan yang cukup. Sejak 2008, Chevron sudah memberikan bantuan lebih dari $60 juta untuk kampanye HIV/AIDS diseluruh dunia. Dana ini telah membantu lebih dari 8,7 juta masyarakat di seluruh Afrika dan Asia, termasuk Indonesia.

Chevron juga merupakan salah satu dari tujuh perusahaan yang mendirikan IBCA sebagai bagian upaya penanggulangan, mulai dari pencegahan terinfeksinya tenaga kerja, pencegahan terjadinya kematian akibat AIDS, hingga pencegahan terjadinya lingkungan kerja yang negatif akibat adanya stigma dan diskriminasi terhadap tenaga kerja yang berstatus Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA).***red

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang