ERVAND-GARUT-LONGSOR-2-005_0001-300x168 PERISTIWA  Rawan Longsor, Kementrian PU Kirim Eksavator ke Jalur Malangbong

material longsoran tanah di jalur Nasional malangbong telah selesai disingkirkan, arus lalu lintas kembali norman, Senin (22/12/2014). foto jmb

Gapura Garut ,- Dinas Bina Marga Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat,  memastikan disepanjang jalur Nasional Malangbong akan segera disiagakan Alat berat berupa satu unit eksavator yang akan di drop langsung oleh Kementrian Pekerjaan Umum (PU).

Keberadaan satu unit eksavator tersebut dikhususkan untuk mengantisipasi ancaman bencana longsor karena jalaur tersebut merupakan jalur nasional dengan potensi rawan longsong sangat dominan.

“Belum diketahui kapan tiba dan berapa lama alat berat itu akan ditempatkan di wilayah Garut. Namun dari informasi yang saya terima dari Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat, Kementrian PU akan menurunkan satu unit eksavator beserta operatornya untuk ditempatkan di wilayah Malangbong,” kata Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Garut Eded Komara Nugraha, Senin (22/12/2014).

Menurut Eded, diturunkannya alat berat dari kementrian PU itu merupakan bentuk dari tanggung jawab pemerintah pusat karena status jalur Malangbong merupakan jalan nasional.

“Jadi jangankan kami pemerintah tingkat kabupaten, pemerintah tingkat provinsi pun sebenarnya tidak berwenang di jalur itu. Baik kami atau juga pemerintah provinsi, hanya sebatas melaporkan saja,” ungkapnya.

Terkait upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dalam hal penanganan longsor di wilayah itu, Eded mengaku pihaknya memiliki keterbatasan. Seluruh alat berat yang dimiliki pemerintah kabupaten, saat ini masih di kerahkan untuk membersihkan material longsor di wilayah selatan Garut.

“Pemkab Garut hanya punya empat unit alat berat. Terdiri dari back loader dua unit, loader satu unit, dan eksavator mini satu unit. Semuanya dalam kondisi tua. Dari empat unit itu, dua masih menjalani reparasi pasca rusak dalam penanganan bencana longsor beberapa waktu lalu, sementara dua unit lagi ditempatkan di dua lokasi berbeda. Satu unit diperbantukan di wilayah Kecamatan Talegong dan satu unit lagi di kawasan Cijayana. Jadi tidak mungkin kami mengirimkan alat berat untuk membantu di Malangbong,” paparnya.

Satu unit alat berat yang diperbantukan di Kecamatan Talegong setidaknya telah bertugas di lokasi longsor itu sejak Senin 15 Desember 2014 lalu. Sementara alat berat yang diperbantukan di wilayah Cijayana, telah bertugas sejak 30 November 2014.

“Pengerjaan pembersihan material longsor di dua tempat itu terbilang lama karena banyaknya titik longsor di jalur yang sama. Terlebih saat akan ditarik kembali ke workshop, longsor susulan terjadi lagi di Talegong dan Cijayana itu. Padahal sebenarnya ada dua lokasi lain yang juga material longsornya mesti dibersihkan, yaitu di daerah Pamegatan Kecamatan Singajaya dan wilayah Kecamatan Cikelet. Sampai sekarang dua lokasi ini belum bisa dibersihkan akibat keterbatasan alat berat,” ungkapnya.

Sementara itu terkait longsor tebing pinggir jalan yang sempat menutup jalur nasional di malangbong, Kasat Lantas Polres Garut IPTU Firman Safrul mengatakan, arus lalu lintas di Jalan Raya Malangbong telah kembali normal. Jalan yang berlokasi di Kampung Pangkalan, Desa Sukaratu, Kecamatan Malangbong, sudah bisa dilintasi dua lajur pasca tertutup longsor pada Minggu 21 Desember 2014 malam.

Upaya pembersihan material longsor di wilayah ini telah dilakukan sejumlah petugas dari intansi terkait yang bekerja sama dengan masyarakat sekitar meski dikerjakan secara manual tanpa melibatkan alat berat. Petugas dari dinas terkait dibantu warga melakukan pembersihan, sementara aparat kepolisian mengatur lalu lintas dengan memberlakukan sistem buka tutup jalur.

“Sekarang Arus dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dan sebaliknya sudah kembali normal dan seluruh sisa longsoran tanah juga sudah selesai dibersihkan”. Ungkap Firman saat dihubungi, Senin (22/12/2014).***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang