Aheryawan PERISTIWA  Gubernur Jabar : Mengatasi Banjir di Bandung Perlu Paradigma Baru

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Foto istimewa

Gapura Bandung ,- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengakui banjir yang terus meluas di Kabupaten Bandung saat ini merupakan banjir tahunan yang telah ada sejak tahun 1990.

Menurut Gubernur Aher, Saap akrab Ahmad Heryawan, roadmap untuk mengatasi banjir di Kabupaten Bandung sudah ada. Namun sejauh ini dibutuhkan campur tangan Pemerintah Pusat, karena menyangkut urusan lintas sektoral. Pembenahan Sungai Citarum tidak bisa hanya di kawasan hilir saja, namun juga harus dimualai dari kawasan hulu.

“tentu saja ini jadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Pusat, bagi Provinsi (Jawa Barat), bagi Kabupaten Bandung. Kita sudah berikhtiar kan dalam banyak hal untuk mengatasi banjir ini. Di antaranya melalui pengerukan (Sungai Citarum) tahun 2011, 2012, 2013,” Kata Aher baru-baru ini.

Gubernur Aher menambahkan sejauh ini, upaya pengerukan yang telah dilakukan sejak tahun 2011 secara berkesinambungan tidak berdampak besar secara positif terhadap penanggulangan banjir.

“Oleh karena itu saya katakan bahwa ini perlu dilakukan penanggulangan dengan paradigma baru. Yaitu paradigmanya tetap hulu yang harus segera diselesaikan dengan anggaran besar. Maka anggaran ke hulu harus diperbesar saat ini, minimal sama dengan anggaran di hilir,” Tuturnya.

Hingga Kini,  banjir setinggi rata-rata tiga meter masih menggenangi rumah warga di empat kecamatan di Kabupaten Bandung, bahkan semakin meluas di wilayah Bandung Selatan, Kabupaten Bandung.

Empat kecamatan yang telah terendam banjir selama sepekan terakhir  yaitu Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, Dayeuh Kolot, dan Kecamatan Pameungpeuk.

Ketinggian air saat ini sudah mencapai tiga meter. Sedangkan di jalan raya, ketinggian air mencapai 50 sentimeter, sehingga sulit untuk dilalui kendaraan bermotor.

Banjir akibat luapan Sungai Citarum ini terjadi setelah curah hujan yang tinggi terus menerus mengguyur wilayah Bandung selama sepekan terakhir. Banjir merendam lebih dari 15 ribu rumah warga serta ruko dan sejumlah pasilitas umum. Akibatnya, enam ribu warga mengungsi ke berbagai lokasi yang aman.***TG

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang