hutan-jati-300x225 PERISTIWA  Kebakaran Lahan, Hutan Jati Sidamulih Ludes Terbakar

sebagian lokasi hutan jati Sidamulih yang terbakar, foto Dedi Kuswandi

Gapura Pangandaran ,- Hektaran hutan jati milik Perum Perhutani di kecamatan Sidamulih, kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ludes dilalap api. Kobaran api yang menghanguskan pepohonan jati tersebut diduga kuat karena kesalahan penggarap lahan yang sengaja membakar rating sisa penebangan pohon jati.

Petugas gabungan dari Polhut, Polsek dan anggota TNI diwilayah setempat dibantu warga dan petgas BPBD sempat kewalahan untuk memadamkan api, mengingat lokasi kebakaran yang cukup terjal dan curam berada dikawasan hutan tersebut.

Menurut keterangan sejumlah petugas terkait, kebakaran hutan ini terjadi di blok hutan jati milik perhutani yang baru ditebang, tepatnya di dusun Muaratiga, desa Kersaratu dan dusun Sangkanbawang, desa Kaljati, kecamatan Sidamulih, kabupaten Pangandaran.

“Titik api berasal dari areal penebangan perhutani diduga api dari sisa – sisa pembakaran di areal penebangan kemudian menjalar ke hutan yang berada di antara perbatasan hutan dan perkebunan milik warga setempat”, Kata Angkat Wijanto Kepala Admintratur Perhutani Ciamis. Kamis (15/10/2015).

Menurutnya petugas gabungan dari beberapa usur terkair sempat mengalami kesuitan untuk menjinakan kobaran api karena titik api berada dilokasi cukup tinggi dan curam.

“Petugas mengalami kesulitan untuk menjinakkan api mengingat medan dan lokasi kebakaran cukup terjal dan curam, titik kebakaran hutan ini cukup berdekatan dengan perkampungan penduduk karena angin yang kencang mengakibatkan api terus menjalar dan sulit di padamkan”, Ungkapnya.

Sementara itu, kebakaran hutan inipun menjadi tontonan warga sekitar dan warga khawatir kebakaran ini akan terus membesar dan masuk ke pemukiman warga sekitar warga di himbau untuk waspada.

Pihak petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman api agar tidak terus menjalar ke kawasan hutan perhutani lainnya dengan menerjunkan Tim pemadam gabungan dari berbagai usur terkait.***Dedi Kuswandi

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang