eks-Gafatar-300x225 PERISTIWA  Orang Tua Pengungsi Eks Gafatar Ciamis Berharap Anaknya Segera Pulang

Karmini menunjukan poto anak berserta istrinya yang menjadi anggota Gafatar, foto Dedi

Gapura Ciamis ,- Orang tua serta keluargaYusuf Wahyudin (31) pengungsi eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kampung Kersikan, RT 29/ RW 12 , Desa Dayeuh handap, Kecamatan Cijenungjing Cimais, sangat menantikan kepulangan kembali anggota keluarganya ke kampung halaman untuk kembali kumpul hidup bersama seperti sebelumnya.

Orang tuanyapun terus menangis berharap setelah pulang dan kembali di kampung halaman anaknya yang sempat tersesat tersebut dapat kembali ke jalan benar dan kembali hidup normal. Bahkan bukan Cuma pihak keluarganya warga masyarakat sekitarpun bersedia untuk kembali menerimanya.

Sebagaimana diketahui orang tuanya sejak november 2015 lalu orang tua, Yusup Wahyudin alias Ucup (31 tahun) bersama istrinya Menik Sulastri (27) pergi entah kemana dengan membawa kedua anaknya bernama Yudistira (3 tahun) dan Lingga (alias Radia) masih bayi berumur 1 tahun).

Kepergian mereka kala itu dengan alasan kerja untuk segera dapat merubah hidup agar lebih baik sehingga rela meninggalkan rumah dan berangkat ke kalimantan tanpa menjelaskan lokasi ayang akan ditujunya di Kalimantan tersebut.

“Semenjak itu kami keluarganya disini tidak dapat beromunikasi lagi dengan mereka. Awalnya kami tidak mencurigai apapun karena perilaku anak saya tidak menunjukan sesuatu yang aneh-aneh”, Kata Karmini, orang tua Yusuf saat ditemui, Kamis (28/1/2016).

Karmini mengaku baru sadar dan kaget setelah mendengar berita dari televisi terkait pemberitaan masalah Gafatar.

“Setelah melihat tayangan bertita di berbagai media televisi kabarnya anak saya jadi ikut-ikutan Gafatar, kami disini kaget karena semula tidak menyangka sedikitpun dengan prilaku Yusuf anak saya itu”, Ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, selain Yusup dan keluarganya, eks pengungsi Gafatar yang merupakan warga Ciamis yaitu Faturahman (65 tahun) dan R Juita (60), keduanya suami istri warga Kampung Cihideung, Desa Budiharja, Kecamatan Sindangkasih, Ciamis.

Kapolsek Cijeungjing AKP Ipin Tasripin berharap warga masyarakat sekitar dapat kembali menerima keberadaan para eks pengikut Gafatar tersebut, karena mereka merupakan korban.

“Setelah kembali dan berada di kampung halamannya nanti, saya harap semua warga dapat menerimanya, kami telah berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna sama-sama menjaga Kondusiftas kenyamanan dan kemanan lingkungan”, Ungkapnya.

Semenetara itu, pihak Dinas Sosnakertrans Kabupaten Ciamis mengatakan pada hari Jum’at 29 Januari 2016, pihaknya akan menjemput dua keluarga eks pengungsi Gafarat tersebut ke dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

“Mudah-mudahan berjalan lancar dan kami berharap situasi masyarakat aman-nyaman, mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing setelah dijemput dari Dinsos Provinsi jabar”, Kata Asep Ibnu Hajar, Sekretaris Dinsosnakertras Ciamis saat ditemui, Kamis ( 28/1/2016).

Menurut Asep selanjutnya warganya eks pengungsi Gafatar tersebut baru akan diantarkan pulang kerumah-masing-masing pada hari Senin 1 februari 2016, namun jika tidak memungkinkan untuk pulang kekampung halamannya maka mereka akan ditempatkan dilokasi Transmigrasi Lokal di Kabupaten Ciamis.***Dedi Kuswandi

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com

Penginapan di Garut Pesan Sekarang