menangis-histeris-300x225 PERISTIWA  Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Ibu Paruh Bayah Nekad Gantung Diri

Keluarga korban menangis hiteris mendapati ibu nya tewas gantung diri, foto Dedi Kuswandi

Gapura Ciamis ,- Tragis seorang Ibu paruh bayah bernama Miah binti Katmi (50) penderita penyakit yang tak juga kunjung sembuh akhirnya nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri diatas langit-langit dapur rumahnya.

Jasad warga Kampung Cimahmud Rt 16, RW 05, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadayana Kabupaten Ciamis ini, diketahui keluarga dan para tetangganya sudah kaku dalam posisi menggantung.

Korban Miah adalah istri dari Kartim (75) yang berkerja sebagai buruh serabutan dikampungnya. Diduga kuat korban nekad bunuh diri karena tidak kuat lagi menahan rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

Menurut keterangan warga tetangga korban, Jasaz korban pertamakali ditemukan oleh cucunya saat ia pulang dari sekolah. Saat tiba dirumah neneknya sang cucu mendapati pintu belakang rumah neneknya tidak terkunci.

“Cucunya pulang sekolah penasaran kemudian dia ngintip dari bilik dinding dan mendapati neneknya sudah tergantung membuat sang cucu kaget dan memberi tahu para tetangganya”, Kata Dede Adisuta, tetangga korban kepada wartawan, Jumat (29/1/2016).

Dede menambahkan sepengetahuan dirinya, korban selama menderita konflikasi penyakit jantung dan paru-paru serta rematik yang dideritanya bertahun-tahun.

“Dia memang sakit jantung dan paru-paru sudah bertahun-tahun tidak juga sembuh mungkin sudah kesal tidak tahan lagi”, Ungkapnya.

Kabar kematian korban yang nekad gantung diripun sampai ke pihak kepolisian degan laporan dari warga.

Sejumlah petugas Kepolisian Resort Ciamis segera datang dilokasi dan melakukan evakuasi serta mengidentifikasi jasad korban.

Guna kepentingan penyelidikan terkait penyebab kematian korban dengan gantung diri tersebut, pihak Kepolisian-pun membawa jenazah korban ke RSUD Ciamis untuk dilakukan otopsi.***Dedi Kuswandi

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang