H.-usu-IJTI-300x199 PERISTIWA  Asep dan Empat Jompo Terima Paket IJTI Berbagi Ramadhan 1437 H

Berpoto bersama Asep penerima santunan IJTI berbagi, foto Markudon

Gapura Garut ,- Memasuki hari ketiga program sosial IJTI Berbagi yang digelar para Jurnalis televisi di Kabupaten Garut, kembali mendatangi salah seorang penerima manfaat paket lebaran dari IJTI Berbagi di Kecamatan Banyuresmi.

Sebelumnya di Kecamatan yang sama IJTI Berbagi menyantuni empat nenek jompo yang telah lama tinggal dalam satu rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan karena sudah tidak memiliki keluarga.

“Kita memang prihatin dengan keberadaan para orang tua jompo ini. Mereka bertahun-tahun menjalani kehidupan berempat tanpa mata pencaharian yang jelas karena semuanya sudah udzur dan hanya mengadalkan pemberian orang lain”. Kata Dikdik Hendrajaya Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Garut saat penyerahan santunan, Kamis (23/6/2016).

Dikdik mengaku sangat mengapresiasi program IJTI Berbagi yang tetap konsisten setiap tahun dibulan Ramadhan dan kini telah memasuki tahun ke empat.

“Secara pribadi maupun atas nama pemerintah Kabupaten Garut, saya sangat bangga dengan teman-teman IJTI ini semoga saja semangat kepedulian sosialnya terus menular kepada organisasi-organisasi lainnya tidak hanya IJTI saja”, Ungkapnya.

Sementara itu, Santunan IJTI Berbagi juga menjumpai Asep Fahludin (34) tahun warga  Kampung Tegalsari, Desa Banyuresmi, Kecamatan banyuresmi. Asep adalah salah seorang penyandang disabilitas bawaan sejak lahir dimana kaki, tangan serta tubuhnya tidak tumbuh normal.

Saat menerima bantuan yang diserahkan langsung oleh H. Us Saepudin,  Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Garut, Asep tampak sangat terharu dan tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya.

“Saya hanya bisa berdoa semoga kebaikan semuanya mendapatkan balasan dari Alloh SWT. Khusus kepada Bapak H. Uu saya doakan panjang umur, berkah dan senantiasa berada dalam lindungan-Nya”, Ucap Asep dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu H. Us Saepudin terus menyemangati Asep dengan memberikan gambaran bahwa kekurang fisik bukanlah halangan untuk tetap menjalani hidup sehingga tetap bermanfaat untuk banyak orang.

“Saya bersyukur bahwa Asep ini masih dapat berkatifitas ikut pengajian bahkan mampu hidup mandiri meski secara fisik ada kelemahan tetapi bisa menjalankan usaha sendiri meski dengan berjualan pulsa dan buku”, Kata Uu usai berbincag dengan Asep terkait kebiasaan sehari-harinya.

Ini pantut dijadikan contoh, lanjut Uu begitu mengetahui Asep adalah salah satu warga yang selalu berusah ikut kegiatan keagamaan seperti pengajian dan solat berjamaah dimesjid.

“Semangatnya dan kesolehannya luar bisan, kita saja yang tidak memiliki kekurangan secara fisik belum tentu sehebat Asep”, Ucapnya kagum.

Uu juga menyampaikan apresiasinya dengan kegiatan IJTI berbagi yang merupakan agenda tahunan para Jurnalis televisi di Garut.***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang