Diky Chandra bersama pasangannya Denny Romdhoni diusung PBB dan PDI Perjuangan, Kota Tasikmalaya, foto istimewa

Diky Chandra bersama pasangannya Denny Romdhoni diusung PBB dan PDI Perjuangan, Kota Tasikmalaya, foto istimewa

Gapura Kota Tasikmalaya , –  Pasangan bakal calon Walikota dan wakil wikota Diky Chandra – Denny Romdoni  yang diusung PDI Perjuangan dengan PBB telah memastikan segera mendaptar ke KPU Kota Tasikmalaya.

Sejumlah persiapan mengantar pasangan yang disebut sebut sebagai pasangan kuda hitam ini telah dipersiapkan sejumlah relawan dari kedua calon pemimpin Kota Tasik tersebut.

Tim AADC pasukan pengusung Diky Chandra yang ditempati muda mudi kreatif Kota Tasik telah mempersiapkan beragam jenis burung untuk dilepas pada hari pendaftaran.

“Ada 99 ekor burung dari berbagai jenis kami siapkan untuk dilepas saat mengiringi pendaftaran AADC dengan Denny nanti, “Kata Ebit Mulyana juru bicara AADC, Selasa (20/9/2016).

Menurut Ebit 99 burung itu bagian dari simbol dan mengandung filosifi dimana masing-masing burung akan ditempelkan secarik kertas yang bertuliskan kalimat ” Lailahaillalloh Muhammadurasulullah “

“Penulisan kalimat Tauhid tersebut, menyiratkan pesan penting bagi sebuah kepemimpinan yang harus senantiasa dilandasi tauhid. Ini menjadi pesan  bahwa kita sudah harus kembali ke fitrah ketauhidan, agar menuai berkah. Sehebat apapun visi misi pemerintah jika tidak dibarengi tauhid, ya tidak akan berkah, “Ungkapnya.

Pelepasan 99 ekor burung tersebut lanjut Ebit sebagai upaya  mengkampanyekan kelestarian alam hayati di Kota Resik.

“Kita harus menjaga Kelestarian Kota Tasik ini. Jangan dibiarkan gersang, pohon dan burung harus tetap dijaga ekosistemnya,” Tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah Rani Permata Diky Chandra menyebutkan pada saat mendaftar nanti Pasangan Diky-Denny akan menggayuh becak yang ditumpangi Ulama serta rakyat biasa.

“Kang Diky dan Kang Denny ingin memaknai kepemimpinan atau memberi isyarat pemimpin harus bisa melayani masyarakat meski lelah harus tetap semangat” Papar Rani.

Ia menyebutkan Ulama naik becak yang digayuh oleh kedua bakal calon pemimpin Kota Tasik ini memberi isyarat bahwa pemimpin harus senantiasa tawadzu menghormati para ulama dan menghargai dan menjunjung tinggi rakyatnya.

“Pemimpin yang mengayuh becak menarik ulama artinya , posisi para ulama harus diatas pejabat karena ulama dan umaro tetap kedudukannya lebih tinggi ulama dimata Allah,” Tandasnya.

Rani menambahkan Kang Diky berharap mampu menjadikan para ulama sebagai Guru yang bisa membimbing akhlak masyarakat sehingga diharapkan bisa bersama sama dengan pemerintah untuk pembinaan moral masyarakat ke arah yang lebih baik dan lebih di ridhoi Allah SWT.***TGM


Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Booking Hotel di Garut? Hayukagarut.com