Sungai Cimanuk pasca meluap yang mengakibatkan banjir bandang, foto dok

Sungai Cimanuk pasca meluap yang mengakibatkan banjir bandang, foto dok

Gapura Garut ,- Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Garut, Selasa 20 September 2016 malam telah mengakibatkan banyak kerugia,  selain menimbulkan korban jiwa, terjangan banjir tersebut juga  menimbulkan kerugian materi yang cukup besar.

Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura  (TPH) Kabupaten Garut mencatat dari  sektor pertanian, bencana banjir bandang tersebut telah mengakibatkan rusaknya ratusan hektare (ha) lahan pertanian yang terdiri dari areal persawahan dan tanaman palawija lainnya.

“Luas lahan pertanian yang terkena banjir bandang di Kabupaten Garut mencapai 126 hektare (ha) yang terdiri dari 118 ha areal sawah padi, dan 8 ha sisanya lahan jagung. Ini data laporan dari Dinas TPH Garut,” kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut TB Agus Sofyan, Rabu (21/92016).

Dari lahan pertanian yang rusak itu, lahan yang mengalami puso untuk tanaman padi mencapai sekitar 104 ha dan jagung 8 ha. Taksiran kerugian produksi akibat  bencana ini adalah 672.000 kg gabah kering panen (GKP) dan 56.000 kg jagung, dengan asumsi produktivitas 6 ton per ha untuk padi, dan 7 ton per ha untuk jagung.

“Sementara taksiran kerugian ekonomi di sektor pertanian akibat bencana ini mencapai Rp2,8 miliar dengan asumsi harga gabah Rp4.000 per kg dan jagung Rp3.000 per kg,” ujarnya.

Terpisah, Komandan Kodim 0611 Garut Letkol  Arm Setyo Hani menjelaskan, banjir bandang yang terjadi pada Selasa 20 September 2016 malam itu melanda 7 kecamatan di Garut, yakni Kecamatan Bayongbong, Samarang, Tarogong Kidul, Garut Kota, Karangpawitan, Wanaraja, dan Banyuresmi.

“Arus air mengalir deras sejak Bayongbong kemudian berdampak pada beberapa kecamatan lain yang dilintasinya,” ujar Setyo.

Setyo menyebutkan berdasarkan data sementara  jumlah rumah yang sempat terendam banjir sebanyak 633 unit, rumah hanyut 57 unit, dan sejumlah fasilitas umum terendam. Sejumlah fasilitas umum yang terendam ini terdiri dari RSUD dr Slamet Garut, Kantor Kecamatan Tarogong Kidul, rumah sakit paru-paru, dan SLB C YKB Garut di kawasan Maktal.

“Adapun korban terdampak sebanyak 893 orang, korban meninggal 21 orang yang terdiri dari 13 perempuan dan laki-laki sebanyak 9 orang, luka ringan 47 orang, luka berat 12 orang, rawat inap 4 orang, warga yang dinyatakan hilang 15 orang yang terdiri dari 7 perempuan dan 8 laki-laki, serta pengungsi sebanyak 735 orang. Khusus para pengungsi, sudah diungsikan ke Aula Makorem 062 Tarumanegara,” paparnya.

Sebelumnya, pada pukul 15.00 WIB, jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 19 orang. Jumlah korban tewas ini kemudian bertambah pada pukul 16.00 WIB, dengan ditemukannya jenazah ibu dan anak di Kabupaten Sumedang.

Dari ke-21 jenazah tersebut, sebanyak 15 diantaranya telah berhasil diidentifikasi, sementara 6 sisanya belum diketahui identitasnya.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Booking Hotel di Garut? Hayukagarut.com