Gapura Ciamis ,- Sejumlah jurnalis televisi di Kabupaten Ciamis yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) setempat mengutuk keras penganiayaan terhadap seorang jurnalis, oleh oknum Anggota TNI di Madium Jawa Timur baru baru ini.

Yopi Andreas jurnalis Net tv Ciamis menyesalkan terjadinya tindakan oknum TNI yang melakukan pemukulan terhadap rekannya di Madium.

“Seharusnya tindakan kekerasan itu tidak boleh terjadi pada jurnalis. Ini malah seperti tidak ada henti hentinya kekerasan selalu saja terjadi menimpa para pekerja media,” Kata Yopi,  Selasa (4/10/2016).

Yopi meminta aparat penegak hukum benar benar tegas dalam menyikapi persoalan tersebut agar tidak kembali terulang.

“Pokoknya harus ada upaya hukum yang tegas agar para pekerja media tetap tenang dalam menjalankan tugas jurnalistiknya,”ungkapnya.

Senada dengan Yopi, senior jurnalis Ciamis lainnya Junjun Budiawan juga menyampaikan hal yang sama.

Menurut Junjun pekerjaan para jurnalis adalah pekerjaan yang dilindungi undang-undang sehingga tidak boleh pihak manapun yang menggunakan kekerasan dengan alasan apapun.

“Pokoknya tidak boleh ada kekerasan terhadap para jurnalis dimanapun. Ini era kebebasan Pers yang harus dijunjung tinggi,”Sebutnya.

Junjun juga meminta aparat hukum segera melakukan tindakan yang tegas terhadap oknum aparat TNI yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis di Madiun.

“Harus ada tindakan tegas agar ada efek jera supaya kekerasan terhadap wartawan tidak terus terulang,” Tegasnya.

Seperti diketahui sebelumnya seorang jurnalis televisi dari Net tv Madiun bernama Soni Misdananto (30) , menjadi korban pemukulan Oknum Anggota TNI setempat.***Dedi Kuswandi

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Booking Hotel di Garut? Hayukagarut.com