Ini salah satu pintu masuk menuju galian pasir di Blok Cilopang, padahal sudah dipasang papan peringatan larangan melakukan aktifitas penambangan oleh BKSDA, foto dok

Ini salah satu pintu masuk menuju galian pasir di Blok Cilopang, padahal sudah dipasang papan peringatan larangan melakukan aktifitas penambangan oleh BKSDA, foto dok

Gapura Garut ,- Aktifitas warga penambang pasir di sekitar kaki gunung Guntur tepatnya di Blok Cilopan Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut masih terus berlanjut. Padahal pihak berwenang telah melarang dan menutup seluruh aktftas galian C dikawasan kaki gunung Guntur tersebut.

Berdasarkan pantauan dilapangan, belasan truk pengangkut pasir hasil galian warga dikaki gunung guntur Blok Cilopang tapak masih leluasa keluar masuk menarik muatan berupa pasir dan batu.

Sejumlah penambang dan pengangkut pasir tersebut saat ditanya mengapa masih melakukan penambangan karena tingginya permintaan konsumen terhadap pasir dan juga batu, sehingga memaksa mereka melakukan kegiatan tersebut meski ilegal dan terkesan kucing kucingan dengan petugas.

“Kami butuh makan darimana lagi kami dapat menghasilkan uang,” Kata salah seorang warga penggali pasir yang meminya namanya tidak disebutkan, Minggu (9/10/2016).

Menurutnya uang dari hasil galian pasir cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari  keluarga mereka termasuk kebutuhan sekolah anak-anaknya.

“Lumayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya tidak punya lagi mata pencaharian selain dari menambang pasir disini,”Sebutnya.

Sementara itu menurut Mansyur salah seorang warga yang sering melewati kawasan kaki gunung guntur tersebut menyebutkan jika aktiftas para penambang pasir tidak pernah berhenti.

“Waktu itu saja berhenti sebentar saat rame-rema polisi dan pemda menutupnya, selebihnya kembali lagi, lihat saja itu truk dengan leluasa terus mengangkut pasir keluar masuk dari sini,”Ungkapnya.

Mansyur menyebutkan bagi warga sekitar pemandangan tersebut bukan hal yang aneh setiap hari juga mereka tetap saja beraktifitas, hanya saja mungkin sambil kucing-kucingan juga dengan aparat.

“Sepertinya memang kucing-kucingan soalnya mereka membuat sejumlah jalan masuk kelokasi galian dengan jalan-jalan baru bukan dari jalan yang biasa karena sudah ditutup memankai besi juga,”Sebutnya.

Mansyur menyayangkan kegiatan penambangan tersebut terus dilakukan padahal ancaman bahaya sudah sangat mengintainya.

“Sepertinya tidak mau belajar dari bencana banjir bandang sungai Cimanuk itu penyebabnya kerena hutan rusak, apa bedanya dengan galian pasir digunung Guntur ini, apa menunggu dulu bencana datang lagi, baru akan berhenti,”Tukasnya.***TGM

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Booking Hotel di Garut? Hayukagarut.com