IMG_20161107_114731-300x225 PERISTIWA  Direksi PJT II Jatiluhur Temui Bupati Purwakarta Bahas Kondisi Waduk Jatiluhur

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat menerima kunjungan Direksi PJT II Jatiluhur, foto Deni

Gapura Purwakarta ,- Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menerima kunjungan kerja dari jajaran direksi Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur. Pertemuan tersebut, membahas berbagai hal terkait kondisi Waduk Jatiluhur. Mulai dari meledaknya populasi eceng gondok, penertiban Kolam Jaring Apung (KJA), hingga rencana membangun PLTA Pump Storage.

“Kami akan membersihkan penyebaran eceng gondok dengan target selama November ini bisa selesai.”Kata Direktur Pengelolaan Air (Dirlola) PJT II Jatiluhur Hari M Sungguh kepada wartawan. Senin (7/11/2016).

Hari menyebutkan rencana pembersihan Keramba serta eceng gondok dan yang lainnya tersebut akan dilakukan secara internal PJT II Jatiluhur tanpa melibatkan pihak lain.  “Untuk saat ini kita melakukan pembersihan secara internal terlebih dahulu, kita hendle dulu.”ucapnya.

Sementara, Direktur Utama PJT II Jatiluhur Joko Saputro mengatakan, saat ini jumlah keramba yang ada sudah overcapasity. “Bayangkan kapasitas 4.000 keramba kini jumlahnya berlipat menjadi 23.000an keramba. Ini berdampak buruk bagi ekosistem dan keberadaan waduk sebagai penghasil listrik dan penyuplai air baku. Untuk itu sejak 2015 lalu kami melakukan penertiban KJA terutama yang tidak memiliki izin.” Ujarnya.

Joko menjelaskan, hingga saat ini tercatat sedikitnya 1.300 keramba sudah ditertibkan.
“Ada pun kami dan Pemda Purwakarta sudah menyepakati dan menargetkan pembersihan 4.000 keramba per tahunnya.” Jelasnya.

Hal senada diungkapkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang mendukung penuh upaya pihak PJT II Jatiluhur yang akan melakukan pembersihan.

“Untuk eceng gondok ini kan diduga, diduga lho ya, merupakan buangan dari bendungan di atas Jatiluhur. Ada pun solusinya nanti pihak PJT II akan membersihkannya dengan target akhir November ini sudah bersih.”ungap bupati yang akrab dipanggil Kang Dedi.

Sementara, terkait KJA, Kang Dedi menegaskan, terhitung Desember 2016, seluruh lapak KJA di Jatiluhur habis masa izinnya.

“Kami tidak akan mengeluarkan perpanjangan izin usaha tersebut dengan alasan selama ini limbah pakan ikan yang dihasilkan dari usaha peternakan ikat tersebut kerap mengganggu turbin pembangkit listrik.” ujarnya.

Kang Dedi juga mengatakan, limbah tersebut bukan hanya mengganggu turbin, melainkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta harus mengeluarkan dana sekitar Rp1,5 miliar melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk melakukan pemurnian air sebelum dialirkan kepada seluruh konsumen.

“Karena efek dari limbah ini sangat merugikan, turbin terganggu, terus kemudian air menjadi tidak higienis, kami selaku pemerintah daerah tidak akan memperpanjang izin usaha KJA di Waduk Jatiluhur. Akhir Desember ini kan habis.” Tegasnya. (Deni)

Kang Dedi juga menyabut baik rencana PJT II yang akan meningkatkan kapasitas daya dari 187 MW menjadi 600 MW. “Rencananya akan dibangun PLTA pump storage pada 2017 mendatang,”Tegasnya.***Deni

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang