ciamis-dedi-demo-kemenag-02_0001-300x225 PERISTIWA  Dana Sertifikasi Tidak Juga Cair, Ribuan Guru Honorer Datangi Kantor Kemenag Ciamis

Ribuan Guru Honorer saat berada di halaman Aula Kantor Kemenag, foto Dedi

Gapura Ciamis ,- Sekitar 2000 an guru honorer Madrasah di Kabupaten Ciamis beramai-ramai mendatangi Kantor Kemenag setempat mempertanyakan dana sertifikasi dan tunjangan fungsional yang tidak kunjung dibayarkan sejak tahun 2014 lalu.

Dalam aksi protesnya ribuan guru honorer terutama dari kalangan perempuan membawa serta anak-anak mereka untuk menuntuk uang yang merupakan hak mereka namun tidak kunjung dibayarkan pihak Kemenag Ciamis.

Meski harus berdesakan karena ruangan aula Kemenag yang penuh sesak oleh perwakilan guru honorer, namun tidak menyurutkan niat untuk mempertanyakan hak mereka terkait pembayaran uang sertifikasi dan dana tunjangan fungsional.

Siti salah seorang Guru honorer Madrasah Aliyah mengatakan uang sertifikasi dan tungjangan fungsional tidak kunjung diterimanya padahal tiap bulan mereka sebagai guru honorer hanya menerima honor sebesar Rp. 200 hingga Rp. 300 ribu rupiah perbulan.

“Dana sertifikasi belum cair sejak 2014 selama 4 bulan kemudian tahun 2015 selama 3 bulan dan tahun 2016 selama 6 bulan, sedangkan ditahun 2017 juga baru sebulan dapat dana sertifikasinya,” Kata Siti mengeluhkan, sela sela aksi, Rabu (7/6/2017).

Menurutnya belum dibayarannya dan asertifikasi tersebut membuat para guru honorer resah karena penjelasan dari pihak Kemenag hanya menyebutkan belum ada anggarannya. “Katanya anggarannya belum ada. Bagaiman ini ?”,tanyanya

Selain dana sertifikasi, para guru honorer juga mempertanyakan dana tunjangan fungsional yang juga sampai saat ini belum juga dibayarkan.  Mereka juga menuntut program infasing atau  penyamaan honor mereka dengan guru yang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sementara itu penjelasan yang diberikan oleh Kemenag dinilai sangat mengecewakan para guru karena dana sertifiasi terhutang belum ada kepastian kapan akan turun, bahkan untuk tahun 2017 dana sertifikasi baru sebulan karena anggarannya tidak ada.

Rata-rata para mengaku telah mengabdikan diriya sebagai guru honorer lebih dari 10 tahun bahkan ada yang sudah 25 tahun, namun belum juga diangkat menjadi PNS.***Dedi Kuswandi

 

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang