Gapura Garut ,- Kebakaran lahan atau hutan dikawasan Kaki Gunung  Guntur, Garut, Jawa Barat yang terjadi Jumat (11/8/2017) sore hingga malam hari ini masih terus berlangsung.

Menurut Ruhimat petugas BPBD Garut Kobaran api terus merembet hingga meluas kesejumlah kawasan lainnya dilokasi kebakaran tersebut.

“Sampai pukul  21. 44 WIB kobaran api masih belum bisa dikuasai malah makin meluas,”Kata Ruhimat saat dikonforamsi, Jumat (11/8/2017) malam.

Ruhimat menyebut areal gersang bercampur hutan pinus yang terbakar diperkiran telah mencapai  kurang lebih Tiga sampai Lima Hektar.

“Tiupan angin kencang serta kondisi ilalang kering yang mudah terbakar membuat kobaran api sangat sulit untuk dipamakan belum lagi kondisi medam yang curam dan terjal membuat tim pemadam kesulitan menjangkau kobaran api,”ungkapnya.

Saat ini lanjut Imat Tim BPBD Garut, Petugas Damkar juga personil TNI dan Polri masih berada dilokasi berupaya membuat sekat agar api tidak merembet kekawasan pemukiman warga.

Dibertakan sebelumnya kebakaran hebat melanda lahan gersang yang dipenuhi ilalang dan sebagian hutan pinus dikawasan Kaki Gunung Guntur Garut di Blok Naringgul, tepat diatas Kawasan Wisata Cipanas Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat, Jumat (11/8/2017)

Kobaran api mulai muncul sejak petang menjelang malam sekitar pukul 18.00 WIB disertai kepulan asap yang terus membumbung dari areal yang terbakar dan diperkirakan terus meluas.

Sejumlah petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Garut serta unsur terkait lainnya sudah bersiaga disekitar lokasi untuk mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas keareal dekat objek wisata Cipanas Indah Garut.

“Kami melakukan antisipasi dengan seluruh jajaran untuk memantau kebakaran lahan ini gara jangan terus meluas mendekati permukiman warga,”Kata Satria Budi Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Garut melalui pancar ulang radio Komunikasi Orari Lokal Garut.

Budi mengigatkan agar warga yang berada disekitar lokasi mewaspadai bahaya kebakaran lahan terutama disekitar kawasan kaki Gunung Guntur yang sangat rentan terjadi kebakaran.

“Kondisi Gunung ini memang gersang dan hanya ditumbuhi ilalang yang mudah terbakar pada saat musim kemarau seperti ini,”ujarnya.

Hingga berita ini diturunkah kobaran api masih terus merembet menyusul tipuan angin kencang yang mempermudah api merembet kebeagian lahan lainnya yang juga bersebelahan dengan hutan pinus.

Beleum diketahui secara pasti penyebab kebakaran lahan tersebut, namun diperkirakan kebakaran masih akan terus meluas mengingat sangat sulit dijangkau untuk dilakukan pemadaman api menggunakan armada pemadam kebakaran karena lokasi yang jauh dan terjal.***JMB

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang