IMG-20170906-WA0003-300x225 PENDIDIKAN PERISTIWA  Siswa SDN Kota Kulon Garut Gelar Sholat Gaib untuk Muslim Rohingya

Beberapa media tengah mengabadikan para siswa yang akan melaksanakan solat Gaib untuk Rohingya, foto istimewa

Gapura Garut ,- Prihatin dengan nasib Muslim Rohingya yang menjadi bulan bulanan rejim kekuasaan militer Myanmar,  puluhan siswa SD Negeri Kota Kulon 6, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat secara bersama-sama para guru dan sebagian orang tua siswa  melaksanakan salat gaib dan doa bersama untuk etnis Rohingya di Myanmar.

Para siswa guru dan orang tua siswa berharap konflik yang melanda warga muslim Rohingya segera berakhir dan kembali hidup damai tanpa kekejaman dan pembaintaian yang sadis dan biadab.

Sejak pagi buta puluhan siswa sudah berkumpul di halaman sekolah dengan langsung menggelar sajadah membentuk barisan untuk melaksanakan sholat gaib yang ditujukan bagi warga etnis Rohingya yang telah wafat akibat kekejaman Myanmar.

Usai melakasanakan shalat gaib para siswa langsung memanjatkan doa dipimpin para guru mereka meminta agar Alloh SWT segera menurunkan pertolongannya dan senantiasa memberikan kekuatan bagi  muslim Rohingya dalam menjali ujian besar ini.

Salah seorang siswa bernama Wildan (10), kelas 5 di SD tersebut mengaku sering melihat tayangan di televisi adanya kejahatan akibat konflik di Myanmar tersebut. Ia bersama teman-temannya hanya bisa mendoakan agar konflik yang terjadi bisa segera selesai.

“Semoga saudara-saudara di sana (Myanmar) bisa selamat. Saya sama teman-teman berdoa biar umat muslim Rohingya tidak tersiksa lagi,” ucap Wildan usai doa bersama, Rabu (6/9/2017).

Meski hanya bisa memanjatkan doa, Wildan berharap semua permasalahan bisa segera diselesaikan. Tak ada lagi menimbulkan banyak  korban jiwa meninggal dengan sia-sia karena kekejaman sesamanya.

Sementara itu Heri, salah seorang guru SDN 6 Kota Kulon Garut menyatakan  doa bersama yang dilakukan bersama anak-anak didiknya sekaligus sebagai pelajaran bagi para siswa agar sanantiasa  peduli terhadap sesama.

“Para siswa pun banyak yang bertanya tentang konflik di Myanmar, apa dan bagaimana karena mereka sudah banyak mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Anak-anak sekarang memang sudah sangat cerdas dan paham menyimak banyak informasi juga,”ungkapnya.

Dengan doa bersama, lanjut Heri pihaknya berharap warga etnis Rohingya tak lagi mendapatkan perlakuan yang buruk oleh negaranya segera mendapatkan perlindungan yang benar-benar memihak sesuai dengan hak-haknya sebagai bagian dari negara Myanmar.

“Semoga mereka senantiasa diberikan kekuatan,” tukasnya.***JMB

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang