806182_720-300x169 PERISTIWA  Empat Korban Tsunami Banten Tercatat Sebagai Warga Asal Garut

Gasmbar kerusakan pasca tsunami Banten, foto Istimewa

Gapura Garut ,- Korban tsunami yang terjadi di Pantai Anyer Banten hingga kini masih terus bertambah dan pihak petugas terkait masih melakukan pendataan dan evakusi terhadap para korban baik meninggal dunia maupun luka-luka.

Dari sekian banyak korban tsunami Banten,   empat orang diantarnya adalah warga Asal Kabupaten Garut yang merupakan satu keluarga berasal dari Kampung Pasirjengjing, RT 02 RW 3, Desa Simpangsari, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Menurut Empar Suparman yang merupakan kerabat dari keluarga korban tusnami tersebut memastikan jika saudaranya benar telah menjadi korban tsunami Banten.  Mereka merupakan  pasangan suami isteri bernama Komarudin ( 47) dan Ita Rosita (45), serta dua orang keponakanya yakni Hanhan (22) dan Wawan (35).

“Benar, empat orang anggota keluarga kami menjadi korban dalam peristiwa terjangan tsunami yang terjadi di Banten kemarin,” kata Empar, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (23/12/2018).

Empat menyebut keempat anggota keluarganya tersebut bekerja mengelola villa yang berada di kawasan Pantai Carita sejak 6 tahun lalu.

“Sudah lama bekerja disana tapi mereka masih sering pulang ke kampung halamannya di Garut karena anak mereka berada disini,”ungkap Empar.

Empar menuturkan  begitu dirinya melihat ada berita tentang adanya tsunami di Banten dan Lampung, perasaannya langsung tak enak dan tertuju pada saudaranya yang berada di Banten itu.

“Saya sangat khawatir  dengan nasib empat anggota keluarga kami karena mereka tinggal dan bekerja di kawasan pantai Carita yang diterjang tsunami itu,”tuturnya.

Ia mengaku telah mencoba langsung menghubungi saudaranya melalui sambungan  telepon seluler. Namun tak satupun nomor telepom seluler mereka yang aktif.

“jelas kami semakin khawatir dengan nasib mereka,” katanya.

Empar akhirnya memutuskan untuk berangkat langsung ke Banten guna memastikan nasib empat anggota keluarganya yang bekerja di Villa dikawasan pantai Carita tersebut.

“Sampai dilokasi saya melihat villa tempat empat anggota keluarga saya  bekerja sudah nyaris rata dengan tanah. Berdasarkan informasi  memang keempat saudara saya itu telah menjadi korban dan saat itu telah berada di Rumah Sakit Umum Pandeglang.”tuturnya.

Setibamya di rumah sakit lanjut Empat ia mendapatkan Komaridin bersama dua keponakannya yakni Hanhan dan Wawan tengah menjalani perawatan karena mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan. Sedangkan Ita Rosita nasibnya lebih malang karena ia tewas seketika setelah tertimpa reruntuhan bangunan villa.

“Kami sangat prihatin sekaligus sedih dengan nasib yang menimpa empat anggota keluarga yang menjadi korban tsunami di Banten, terutama Ita yang meninggal. Namun kami pasrah karena sadar hal ini sudah takdir dari Alloh yang tak bisa kami tolak,” ucap Empar dengan nada sedih.

Ketiga anggota keluarganya yang mengalami luka tambah Empar saat ini masih menjalani perawatan di RSU Pandeglang. Sedangkan jasad Ita rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Cisurupan Garut dan saat ini masih menunggu proses pemulangan.***JMB

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang