WhatsApp-Image-2019-05-01-at-18.09.17-300x258 PERISTIWA  IJTI Jabar Kecam Tindakan Kekerasan Oknum Aparat Terhadap Jurnalis

Polisi mengamankan sejumlah orang yang diduga menyusupi aksi buruh di Kota Bandung, foto istimewa

Gapura Bandung ,- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus daerah (Pengda)  Jawa Barat mengecam keras terhadap oknum aparat kepolisian yang telah mengintimidasi dan merampas perlengkapan kerja, terhadap empat orang jurnalis atau fotografer, saat peliputan Hari Buruh Internasional, di Kota Bandung.

Menurut Ketua Pengda IJTI Jabar Iqwan Sabba Romli, seorang Jurnalis bekerja dilindungi oleh Undang-undang dan bekerja sesuai dengan Kode Etik yang berlaku.

“seharusnya Aparat Kepolisian bisa memahami dan melindungi profesi seorang Jurnalis.”tulis Iqwan dalam rilisnya, (1/5/2019).

Iqwan menegaskan  IJTI Jabar meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut dengan menghukum pelaku berdasarkan undang-undang yang berlaku.

“Sebagaimana yang tertera pada Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Menghalang-halangi serta melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya merupakan pelanggaran undang-undang. Pelaku bisa dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 18 UU Nomor 40/1999 tentang Pers.” ungkapnya.

Iqwan menambahkan dari bukti Video hasil Visum salah satu wartawan atau fotografer, atas nama Reza, pasca kekerasan yang menimpanya, Reza mengalami lebam dibagian otot kaki.

“Hasil visum tersebut akan menjadi bukti laporan ke Polrestabes Bandung. IJTI Jabar akan terus mengawal kasus kekerasan tersebut, hingga proses hukum.”tukasnya.***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang