WhatsApp-Image-2019-05-14-at-21.26.09-300x150 PERISTIWA  Penggiat Subuh Akbar Mesjid Agung Garut Tolak "People Power"

Husen Mubarok Bersama Para Penggiat Subuh Akbar Mesjid Agung Garut saat berdiskusi rutin, foto jmb

Gapura Garut ,- Menanggapi adanya  isu dan ajakan “People Power”, penggiat Subuh Akbar dan para Biker Hijrah Kabupaten Garut dengan tegas menolak ajakan people power karena tidak memiliki dasar dan alasan yang kuat.

“Saya ingin mengingatkan tentang cara pandang kita yang mulai kabur dan tidak fokus lagi pada sejarah bangsa ini. Bagaimana sejah mencatat bahwa kita saat menjadi jajahan Belanda karena mereka sukses mengadu domba kita semua,”kata Husen Mubarok tokoh muda penggiat Subuh Akbar mesjid Agung Garut saat dimintai tanggapannya, Selasa (14/5/2019).

Ia mengingatkan bahwa politik adu domba yang diwariskan Belanda jangan sampai kembali memiliki ruang dalam rakyat bangsa Indonesia saat ini.

“Kasian para leluhur kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan ini dengan gigih mengusir penjajah,”ujarnya.

Husen menyebut dirinya tidak memahami dengan arah people power yang kini tiba-tiba digembar gemborkan, sementara kondisi masyarakat sendiri terutama yang berada didaerah-daerah sama sekali tidak memikirkan hal tersebut.

“Orang-orang di daerah mengerti juga tidak dengan people power. Jangan mau diadu domba lebih baik kita jaga NKRI kita jagan sampai dirusak oleh kita sendiri,”tegasnya.

Menurutnya jika ada pihak-pihak yang saat ini berseteru sebaiknya menempuh jalur musyawarah dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar.

“setajam apapun perbedaan atau perselisisah serta sebesar apapun perbedaan saya yakin akan ada jalan keluarnya kita semuanya bersedia saling memahami dan saling mengerti. Mari kita utamakan musyawarah dengan penuh kekeluargaan dan persaudaraan,”tukasnya.***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang