WhatsApp-Image-2019-05-15-at-22.39.48-300x176 HUKUM & KRIMINAL PERISTIWA  Mengincar Korban Lewat Medsos, RG Cabuli Belasan Korban

Tersangka Pencabulan belasan anak dibawah umur akhirnya diamankan Polisi, foto jmb

Gapura Garut ,- Satreskrim Polres Garut akhirnya berhasil menangkap dan mengamankan RG (26) warga Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut atas perbuatannya memperdaya belasan korban anak dibawah umur.

Saat digelandang petugas, RG mengaku selama ini menjaring para korbanya melalui media sosial (medsos) facebook. Ia memperhatikan satu persatu calon korbannya hingga diperdaya dan dicabulinya.

RG mengakui perbuatan bejatnya  sudah dijalanihampir setahun berjalan. “Sudah satu tahun,” ucapnya kepada petugas Polisi di Mapolres Garut, Rabu (15/5/2019).

RG juga mengakui  banyak korban yang telah diperdayanya dari awal pengakuan hanya 16 korban kini sudah menjadi 20 korban wanita dibawah umur.Korban sebanyak itu sebanyak delapan orang sempat diajak berhubungan badan dan sisanya hanya diraba-raba saja.

“diraba dan digesek-gesek saja,” ucapnya tertunduk malu.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menyatakan tersangka sudah setahun lalu melakukan aksi pencabulanya.

“Sudah dari tahun 2018 melakukannya (aksi pemcabulan.red), korban juga bertambah dari 16 menjadi 20 orang, kita juga tidak tahu nanti akan ada berapa lagi korban,” katanya.

Budi menyebut dalam melakukan aksinya tersangka RG melakukan aksi pencabulan mengaku sebagai guru ngaji bahkan dukun yang mampu menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi para korban.

“Kepada para korban, RG juga mengaku memiliki dua ritual, yaitu Kias untuk menghilangkan kesialan dan Pangasal agar kejiwaan korban seperti terlahir kembali.”ungkapnya.

Kebanyakan korban lanjut Budi diperdaya berawal dari media sosial  facebook dengan modus curhat kepada korban.

“Setelahnya itu para korban diberikan dua ajian yang korban lakukan, ada Kias sama pangasal supaya mengilangkan sial para korban,” katanya.

Dua ritual yang dimiliki RG tersebut rupanya mampu memperdaya korban hingga berjumlah 20 orang. ”Dalam setiap ritual yang dilakukan, tersangka RG dengan leluasa melakukan aksi pencabulan kepada belasan korbannya,” ucapnya.

RG sendiri belakangan diketahui merupakan pekerja serabutan alias tidak memiliki pekerjaan tetap untuk memenuhi kebutuhannya sehari-harinya.

Sementara itu, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut Hj Diah Kurniasari mengaku sudah mendampingi para korban yang kebanyakan masih dibawah umur.

“Kebanyakan korban masih dibawah umur sehingga mengharuskan kami bekerja lebih ekstra lagi terutama dalam memulihkan trauma para korban,”kata Diah.***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang