Bupati Garut Rudy Gunawan dan Kapolres Garut AKBP Arif Budiman saat menunggu kedatangan kirab Api PON XIX Jabar, foto dok

Bupati Garut Rudy Gunawan dan Kapolres Garut AKBP Arif Budiman saat menunggu kedatangan kirab Api PON XIX Jabar, foto dok

Gapura Garut ,- Kabupaten Garut mengirimkan 30 atlit dalam memperkuat Kontingen Jawa Barat dalam perhelatan PON XIX Jawa Barat 2016. Salah satu Cabang Olahraga (Cabor) yang menjadi andalan Kabupaten Garut adalah Cabor  Pencak Silat. Dari cabor ini, Garut menargetkan raihan empat medali emas.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Kuswendi menyebutkan, dari 30 atlet yang diturunkan memperkuat PON XIX Jabar. Mereka diturunkan untuk memperkuat tujuh cabor yang akan dipertandingkan.

“Kami menargetkan empat medali emas dari cabor pencaksilat,” Kata Kuswendi, Kamis (8/9/2016).

Menurut Kuswendi meski cabor pencaksilat yang selama ini diunggulkan untuk mendulang medali emas, namun  sejumlah atlet dari cabor lainnya juga memiliki peluang cukup besar untuk menyumbang emas.

“Peluangnya sama untuk dapat mendulang emas, namun diluar cabor pencak silat kami tidak menaruh target. Atlet Garut turun di cabor Dayung, Bola Voley, Sepeda, hingga tenis meja. Semua punya peluang (menyumbang medali), tapi tidak menargetkan  meraih  emas,”Ungkapnya.

Sementara itu, pelaksanaan kirab api PON XIX yang melintasi wilayah Garut sendiri mendapat sambutan warga. Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, dirinya dan warga Garut akan mendukung pelaksanaan PON XIX meski tidak ada satu pun venue yang digelar di Garut.

“Ini kan acara berlevel nasional. Jadi memang harus gebyar. Sebagai bagian warga Jawa Barat tentunya semua harus ikut menyukseskan,” ujar Rudy.

Dia menyatakan obor api PON diinapkan di Babancong kawasan Pendopo Garut, pada Kamis 8 September 2016 malam, lalu pada Jumat pagi akan kembali diarak pukul 07.00 WIB menuju Kabupaten Sumedang.

“Walau tidak ada venue tapi ada atlet dari Garut yang mengikuti PON. Jadi warga Garut juga ikut berpartisipasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Garut AKP M Ardi Wibowo, mengatakan, pada kirab api PON XIX pihaknya menurunkan sebanyak 70 personel untuk melakukan pengawalan. Pengawalan itu dilakukan sejak di perbatasan Tasikmalaya-Garut, wilayah Kecamatan Cilawu.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Polres Tasikmalaya, pengawalan (kirab api PON) dilakukan dari Cilawu hingga Pendopo Garut yang menjadi tempat perhentian sementara. Baru pada Jumat besok (hari ini), pengawalan dilakukan kembali dari Pendopo Garut menuju kawasan Nagreg,” ujar Ardi.

Ardi menjelaskan, ada beberapa ruas persimpangan jalan yang ditutup sementara dalam pengawalan itu. Namun, Ardi memastikan penutupan jalur ini hanya bersifat tentatif.

“Sifat penutupan jalur ini tentatif, situasional. Kalau misalnya lancar, ya tidak akan ada penutupan,” Tukasnya.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com