Ust. Salam Rusyad, Ketua Bidgar Pengembangan Jam'iyah dan Anggota Dewan Hisbah PP Persis, foto persis.or.id

Ust. Salam Rusyad, Ketua Bidgar Pengembangan Jam’iyah dan Anggota Dewan Hisbah PP Persis, foto persis.or.id

Gapura Bandung , – Ketua Bidgar Pengembangan Jam’iyah dan Aggota Dewan Hisbah Pimpinan Pusat  Persatuan Islam (PP Persis), Ust. Salam Rusyad, mengkhawairkan jika masyarakat muslim awam mengaminkan pernyataan yang dilontaskan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) benar-benar menjadi fatwa Ahok.

Menurut Ust. Salam Rusyad,  Persis sebagai Ormas Islam perlu meluruskan pemahaman yang bisa menyesatkan terhadap pemahaman umat Islam terkait dengan pernyataan Ahok yang kerap kali merecoki usrusan umat Islam.

“Ahok sudah terlalu jauh mengurusi urusan orang Islam. Dalam Islam tidak ada keterangan yang menunjukkan adanya pahala bagi orang yang menemani makan orang yang tidak puasa. “Itu fatwa sesat dan menyesatkan”. Ummat Islam tidak perlu peduli ocehan orang kafir yang seperti itu. Urusan hadits itu urusan orang Islam bukan urusan orang kafir, bahkan dalam Islam kalau orang kafir menyampaikan hadits itu pasti tertolak karena tidak memenuhi syarat”, Tegas Ust. Salam Rusyad sebagaimana dilansir laman resmi persis.or.id.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam ilmu hadits salah satu syarat orang yang menyampaikan hadits itu harus adil, orang muslim yang sudah baligh dan baik akhlaqnya (lihat Q.S. Al-Hujurat : 6) begitu juga dalam hadits riwayat Imam Muslim. Hadits hanya dibenarkan diterima hanya jika bersumber dari orang muslim yang bisa dipercaya. Masyarakat muslim perlu mewaspadai Ahok yang terus berupaya memadamkan cahaya Allah.

Menurut Ust. Salam Rusyad ada hal yang perlu diluruskan dan dipahami oleh seluruh umat Islam mengenai pernyataan ahok yang sesat dan bisa menyesatkan umat Islam tentang orang yang puasa menemani makan orang yang tidak puasa akan mendapatkan pahala yang double.

Isu yang diumpankan ke publik dengan peristiwa razia warung bu Eni oleh Satpol PP di Kota Serang Banten baru-baru ini, sengaja digoreng dan sukses membuat Perda Syariah dihapuskan, bahkan Islam disudutkan.

Pada kesempatan itu pula, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali berbicara. “Orang puasa, kalau menemani makan orang tidak puasa gitu, yah pahalanya dobel”, ucap Ahok sebagaimana dilansir sejumlah media.

Lebih jauh lagi dia menyebutkan bahwa ada profesor yang mengundang dirinya saat jam makan siang dan menawarinya makan. Ahok menyebutkan  kalau profesor tersebut menghormati yang tidak puasa, yang puasa dapat pahala. “Nah, ini Islam Ramadhan, Islam Nusantara nih”, tutup Ahok.

Inilah yang belakangan cukup meresahkan juga bagi kalangan umat islam dan cenderung membingungkan kalangan masyarakat aman.***TG

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com