Ini salah satu poto yang diunggah akun fb Jude D'Lorenzo Taolin, foto Itimewa

Ini salah satu poto yang diunggah akun fb Jude D’Lorenzo Taolin, foto Itimewa

Gapura Nusantara ,- Sepertinya ingin menggambarkan dunia hiburan malam di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebuah akun facebook Jude D’Lorenzo Taolin memuat beberapa poto perempuan muda mengenakan seragam sekolah menengah atas yaitu putih-abu-abu.

“Kalau betul aturannya seperti yang dikatakan seorang nara sumber bahwa kostumnya disesuaikan dengan tema yang diusung pada setiap acara hiburan malam mingguan. Apakah jika tema yang diangkat mengenai dunia pendidikan, maka pantas seragam sekolah dikenakan oleh para wanita penghibur di salah satu tempat hiburan malam ?”, Tulis akun Facebook Jude D’lorenzo tersebut.

Akun facebook tersebut seperti ingin menggambarkan betapa sebuah dunia hiburan yang tematik setiap malam minggu harus diseret-seret dengan dunia pendidikan yang ujung-ujungnya bisa menjadi salah penafsiran.

“Kalau itu tak menjadi masalah, mengapa mengenakan seragam putih abu – abu dilengkapi dengan tas kulit mahal berisi make up dan sepatu bertumit tinggi? Dengan ujung seragam bagian bawah sengaja diikat hingga perut dan pusar kelihatan, tiga anak kancing kemeja bagian atas dibiarkan terbuka. Ini “tema” nya kira – kira mengangkat dunia pendidikan macam apa? Semoga saja tidak mencoreng dunia pendidikan di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur”, Tulisnya lagi.

Akun Facebook tersebut seakan memberikan gambaran bahwa pemandangan tersebut merupakan denyut dunia hiburan malam yang letaknya persis di tengah kota Kupang.

“Letaknya ditengah Kota, membuat DH, nama lokasi yang biasa disebut penggila hiburan malam Kota Kupang, selalu ramai dikunjungi. Dibuka sejak pukul 21.00-02.00 WITA, DH selalu menawarkan berbagai menu tengah malam yang mengundang gairah para pengunjung”,  Lanjut akun tersebut.

Alunan musik yang menghentak-hentak jenis hip-hop, dan berbagai jenis tarian yang disuguhi para dancers, membuat DH semakin membara di atas pukul 24.00 WITA.

“Suasana malam yang dingin tidak terasa saat berada di Dancing Hall. Goyangan badan diiringi alunan musik lokal, nasional, dan internasional, tanpa terasa dilakukan”, ungkapnya

Menikmati musik di DH lanjut akun Fb ini,  bisa dilakukan seorang diri, bersama teman-teman atau ditemani para pekerja di DH.

“Agar mau ditemani para pekerja harus merogoh kocek per jam Rp 80 ribu di tambah room yang disetting suasana berkultur China, dengan tarif per jam Rp 100 ribu. Khusus untuk room, bisa dibocking sampai pukul 05.00 WITA, sesuai dengan selera penyuka hiburan malam”, Pungkasnya.***TGM

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com