Nelayan-ombak-tinggi-mustangcorps-300x151 RAGAM  Cuaca Buruk, Nelayan Pesisir Selatan Garut Memprihatinkan

Gambar nelayan mengarungi ombak tinggi, Foto Istmewa

Gapura Garut ,- Aktivitas para nelayan di wilayah selatan Garut hingga kini masih belum dapat berjalan secara maksimal menyusul kondisi cuaca buruk hampir sepanjang tahun ini mulai akhir 2016 hingga awal 2017 ini. Bahkan selama satu bulan terakhit terutama pada dua hari terakhir ini, arus air pasang cukup tinggi.

Kasatpolair Polres Garut, AKP Tri Andri, menuturkan ombak di kawasan pantai selatan kini berada di kisaran tiga meter. Hal itu tentu sangat membahayakan bagi para nelayan untuk melaut.

“Sekarang nelayan tak melaut dulu karena berbahaya juga jika memaksakan. Mereka aktivitasnya paling memperbaiki jaring dan kapal,” ucap Tri di Mapolres Garut, Selasa (21/3/2017).

Tri pun telah mengimbau agar para nelayan untuk menunggu hingga kondisi aman. Pihaknya pun menunggu informasi dari Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca.

“Kami juga rutin melakukan patroli di sepanjang garis pantai. Soalnya untuk ke laut juga tak mungkin dengan ombak yang besar,” katanya.

Selain ke para nelayan, lanjut Tri, pihaknya juga meminta para wisatawan untuk berhati-hati selama berada di pantai. Wisatawan juga dilarang untuk berenang karena bisa mengancam keselamatan.

“Biasanya saat akhir pekan banyak yang datang. Tapi karena sedang rob, kami minta wisatawan tak ke pinggir pantai. Apalagi sampai berenang,” ujarnya.

Menurut Tri, air dari laut juga sudah sampai ke rumah penduduk yang ada di muara. Pihaknya meminta agar warga lebih waspada dengan situasi cuaca saat ini.

“Para nelayan paling hanya memancing ikan untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi kami minta untuk tak mengambil benur lobster (anak lobster),” katanya.

Imbaua tak mengambil benur lobster, tutur Tri, sudah dipampang di sejumlah tempat pelelangan ikan dan beberapa tempat lainnya. Para nelayan diharap tak tergiur untuk menangkap dan menjual benur lobster.

“Kalau menangkap benur lobster itu akan merusaka ekosistem. Kami juga sudah peringatkan kepada para nelayan,” ujarnya.***Marwij

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang